Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dian Dan Keluarga (Foto: YouTube Dian Amr Channel)
Dream - Internet memang menyambungkan orang dari sekujur Bumi. Miliaran orang di sudut-sudut dunia bisa meriung di internet dan berkomunikasi di dunia maya dengan sambungan internet.
Itu pula yang dimanfaatkan oleh Dian, wanita asal Bengkulu. Dia paham betul perkembangan teknologi. Dia memanfaatkan internet untuk belajar bahasa asing, sebab di sana pula dia bisa bertemu dengan orang antar-berantah yang bisa membantunya meningkatkan kemampuan bahasa asing.
Namun, Dian justru mendapat 'bonus'. Tidak hanya bisa belajar asing, lewat internet pula dia bertemu dengan jodoh. Lewat internet, Dian bertemu dengan pria yang kini menjadi suaminya. Perkenalan itu terjadi saat Dian masih kuliah.
" Ketemunya ini ya, mau ketemu dimana aja kalau caranya baik juga akan baik Insyaallah. Internet konotasinya jelek ya, kenapa ketemu di internet kayak gitu kan," ujar Dian dalam video yang diunggah ke YouTube oleh akun Dian Amr Channel.
Kala itu, tahun 2007. Dian sudah kelar KKN, baru bersiap menyusun skripsi. " Nah aku kenalan cuma tiga bulan kita chatting. Chatting itu kita menyatukan persepsi gitu. Enggak cuma pacaran, 'Hai sayang', gitu gitu," cerita dia.
Dari percakapan di dunia maya itu, Dia merasa cocok dengan pria itu. Dia merasa ngobrol dengan orang yang sudah lama dikenal. " Terus chatting sampai bulan Februari tanggal 16 ya," kata Dian.
Tak dinyana, pria yang dikenal lewat internet itu punya niat baik untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Keseriusan sang pujaan hati langsung dibuktikan dengan datang ke Indonesia.
Menurut Dian, kala itu sang suami berjanji akan menikahinya jika menginjakkan kaki di Indonesia. Dian pun terkaget dengan kedatangannya.
" Dia ke Indonesia dan saya jemput. Kita langsung ke rumah orang tua saya di Sumatera, di Bengkulu ya," kata dia.
Sebelum bertemu orang tua Dian, mereka membeli cincin dan baju. Benar-benar seperti persiapan orang yang akan menikah.
" Katanya kalau dia bener-bener datang, berarti dia serius. Kalau dia enggak datang, enggak serius. Kalau dia sudah datang itu, sudah pasti mau nikah katanya," tambah Dian.
Niat baik sang suami kala itu disambut baik oleh orang tua Dian. Namun, orang tua Dian masih ragu karena belum melihat keseriusan orang asing itu.
" Dan saya cerita ke orangtua, nanti ada orang Mesir nih dia mau datang. Dia umurnya 27, orangnya cakep, dia dokter, dia masih single, mencari istri. Komentar orang tua, ya sudah kalau serius ya datang saja begitu kan," ucapnya.

Meski sudah menadapat penjelasan, orang tua Dian masih butuh banyak pertimbangan. Mereka benar-benar khawatir dengan masa depan Dian, sehingga harus berpikir dalamjika sang putri tercinta dibawa ke luar negeri.
" Sampai di sini juga enggak langsung disetujui kan, takut kan. Beneran enggak sih, nanti dibawa ke Saudi Arabia dijadikan pembantu, dijadikan apa, dijual atau gimana. Pasti ada kekhawatiran begitu kan," tutur Dian.

Namun tak berselang lama, ketakutan orang tua Dian sirna. Dian dan dokter Mesir itu mendapatkan izin dari orang tua untuk melangsungkan pernikahan secara agama.
" Lima hari kemudian baru diizinkan. Jadi kita beneran nikah secara agama dulu, karena pas di Jakarta itu kita selain belanja itu kita juga ke Kedutaan Mesir ya yang di Menteng. Nah, itu katanya harus punya surat dari Mesir kalau terutama masih bujangan begitu, terus surat keterangan kerja begitu. Jadi baru boleh menikah sama orang luar begitu," kenangnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya