Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bekas Pasangan Suami-istri Ini Membagi Dua Rumahnya Dengan Tembok. (FotoL: Oddity Central)
Dream – Sepasang suami istri yang bercerai di Rusia menjadi buah bibir media sosial. Pernikahan yang berakhir tragis itu diikuti ulah mereka yang tak masuk akal bagi sebagian orang awam.
Mereka memang sepakat untuk berbagi harta gono gini. Termasuk sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal mereka.
Bukannya menjual rumah itu dan membagi rata hasil penjualannya, pasangan ini justru membagi dua rumah mewah dengan batu bata. Dengan begitu, mantan pasangannya tidak bisa mengakses lantai atas rumah mereka.
© Dream
Dilansir dari Oddity Central, Rabu 26 Oktober 2016, pasangan ini bernama Margareta Tsitnenko, dan Sergei. Mereka sepakat untuk membagi dua rumah mereka yang berlantai tiga tingkat ini.
Pada tahun 2010, Margareta menceraikan Sergei dengan alasan Sergei berusaha menceraikan Margareta dan mendepak anaknya yang difabel keluar dari rumah untuk beberapa kali.
Tapi, baru-baru ini, Sergei membuat tembok pemisah di dalam rumah setelah mendapatkan persetujuan dari pengadilan. Pria ini pun buru-buru menutup pintu penghubung di dalam rumah, termasuk tangga untuk menuju lantai atas. Penembokan ini berlaku hingga Maret 2017, tanggal putusan perceraian mereka.
© Dream
Margareta mengatakan pekerja bangunan itu tidak peduli temannya tidur di salah satu kamar di lantai atas dan menemboknya tanpa membangunkan temannya itu. Margareta pun menelepon polisi untuk mengevakuasinya. Tim dari Kementerian Darurat pun tiba dan menggunakan tangga untuk mengeluarkan teman Margareta dari kamar tidur lantai tiga. Evakuasi ini membutuhkan waktu sejam.
“ Saya dan anak saya berada di bawah tangga ketika peristiwa itu terjadi. Teman saya tertidur di salah satu lantai atas dan dia tak bisa keluar. Itu sangat berbahaya,” kata Margareta.
© Dream
Margareta pun menuntut mantan suaminya untuk menghancurkan tembok pembatas itu setelah enam tahun berseteru. Sergei pun menyanggupi permintaan mantan istrinya. Kini, pria tersebut hidup berdua dengan istri barunya di apartemen.
Ada satu pertanyaan: mengapa mereka tidak menjual rumah itu? Margareta mengatakan pasar property Rusia tengah buruk. Jika dijual, keduanya tidak mendapatkan harga yang bagus.
“ Kami tak ingin ada harga yang jelek,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya