Bikin Sedih, Ganjar Pranowo Unggah Video Dokter yang Jadi Pasien Covid-19

Reporter : Cynthia Amanda Male
Sabtu, 5 Desember 2020 10:10
Bikin Sedih, Ganjar Pranowo Unggah Video Dokter yang Jadi Pasien Covid-19
Sang dokter merupakan teman baik Ganjar.

Dream - Jumlah kasus covid-19 di Jawa Tengah pada Desember melonjak tajam. Sejumlah tenaga kesehatan banyak yang tertular virus dari Wuhan tersebut dan beberapa bahkan harus menjalani perawatan di ICU.

Salah satunya dr. Chairul Hadi SpKK yang dirawat di rumah sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah. Beliau sampai harus mendapatkan alat pompa oksigen. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, mengunggah video dr. Hadi di akun Intagram pribadinya @ganjar_pranowo.

Dokter Hadi© Instagram Ganjar

" Saya dokter kharul hadi SPkk, saat ini saya lagi di ICU rumah sakit dr. Moewardi, Solo, saya sudah mendapat terapi plasma konvalesen, 2 kantong 5 hari yang lalu, rasanya setelah mendapat terapi konvalesen saya cukup mengalami perbaikan yang cukup luar biasa," ungkap dr. Hadi dalam video tersebut.

Ganjar bercerita kalau dr. Hadi merupakan temannya bersepeda. Ganjar meminta kepada para pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasmanya karena bisa membantu pasien yang masih berjuang untuk sembuh.

" Dokter Hadi teman gowes saya. Beliau sampaikan: ‘Mas, monggo dihimbaukan utk yg sdh sembuh dr covid sedekah darah utk diambil plasma konvalesennya, klo ini berhasil sptnya jauh lbh kuat dan efektif drpd vaksin mas'. Jika anda sembuh dr covid & ingin donor bisa daftar di sini atau DM. Ada yg siap donor?," tulis Ganjar.

 

1 dari 5 halaman

Respons yang masuk ke Instagram pribadi Ganjar cukup positif. Banyak pasien Covid-19 yang sudah sembuh dan ingin mendonorkan plasma darahnya. Alhamdulillah dalam postingan selanjutnya Ganjar mengungkap kalau dr. Hadi kini sudah negatif.

" Kondisi dokter Hadi hari ini sdh membaik & hasil tes usap sdh dinyatakan negatif & alat bantu pernafasan sdh dilepas. Terima kasih kepada bp/ibu/saudara sekalian yg telah berkenan akan donor. Mudah2an manfaat utk kesehatan & ilmu pengetahuan. Krn penelitian masih terus berjalan. Salam sehat selalu," tulis Ganjar.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 5 halaman

Wisma Makara UI Jadi Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 di Depok

Dream - Isolasi bagi pasien Covid-19 sangat penting dilakukan dalam tahap perawatan untuk mencegah penularan. Terutama, bagi pasien yang di tempat tinggal pribadinya tak memungkinkan untuk isolasi mandiri.

Tak semua pasien Covid-19 harus menjalani isolasi di rumah sakit, ada juga yang menjalaninya di hotel dan wisma yang ditunjuk oleh pemerintah setempat. Untuk warga Depok, Jawa Barat, salah satu penginapan yang dimanfaatkan untuk isolasi pasien Covid-19 adalah Wisma Makara Universitas Indonesia.

Wisma Makara UI Jadi Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 di Depok© MEN

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, baru saja memeriksa fasilitas isolasi di Wisma Makara. Hal ini diketahui dari unggahan di akun Instagram resminya.

" Pengecekan fasilitas dan layanan gedung isolasi pasien covid yang OTG di Wisma Makara UI Depok. Kapasitas ruang isolasi di berbagai wilayah Jawa Barat semakin sempit, karena banyaknya kasus harian baru," tulis Ridwan.

 

3 dari 5 halaman

Sejumlah fasilitas seperti kamar tidur, menu konsumsi kaya gizi dan kebersihan jadi perhatian Ridwan Kamil. Ia juga mengingatkan para warganya di Jawa Barat untuk disiplin melakukan protokol kesehatan.

Wisma Makara© Instagram Ridwan Kamil

" Tak bosannya saya mengingatkan agar kita semua taat 3M karena obat maupun vaksinnya belum hadir kepada kita. Hanya ikhtiar 3M yang Insya Allah bisa menyelamatkan kita. Nuhun,"  ungkapnya.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Penyebab Nomor 1 Pemicu Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia

Dream - Pembekuan darah atau koagulasi menjadi salah satu penyebab kematian akibat Covid-19. Sebagian besar kasus Covid-19 yang meninggal disebabkan gangguan koagulasi ini.

" Data-data di rumah sakit center menunjukkan bahwa pasien Covid-19 hampir 80 hingga 90 persen mengalami koagulasi," ujar Ketua Umum Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto, disiarkan channel YouTube BNPB.

Agus mengatakan gangguan ini menjadi salah satu risiko lain bagi penderita Covid-19. Sedangkan penyebab kematian lainnya yaitu kerusakan paru.

Covid-19, kata Agus, menyerang organ-organ penting manusia. Cara kerja virus tersebut terjadi mulai dari penularan lewat droplet lalu masuk ke tubuh dan menempel para reseptor ACE2.

" Nah, ACE2 ini banyak di epitel napas, paru, bahkan di pembuluh darah, jatung dan reseptor otak, ginjal, saluran pencernaan juga ada," kata dia.

 

 

5 dari 5 halaman

Covid-19 Menimbulkan Radang Paru

Sebagian besar kasus Covid-19 menyerang saluran napas bawah dan paru. Tetapi pada kasus tertentu, Covid-19 bisa menyerang reseptor bagian tubuh lain.

Saat virus menempel pada saluran pernapasan akan menimbukan inflamasi atau peradangan pada level kronik. Lambat laun, virus akan merusak paru.

" Di paru terjadilah namanya pneumonia, radang paru ini menyebabkan terjadinya oksigen tidak bisa masuk," ucap dia.

Akibat oksigen tidak bisa masuk ke paru, terjadi kerusakan pada pembuluh darah. Kondisi ini memicu pembekuan darah atau koagulasi pada pembuluh.

" Kerusakan pada darah sendiri akan menyebabkan terjadinya namanya koagulasi gangguan pembuluh darah," ucap Agus.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar