Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Apapun yang terjadi dalam hidup adalah sebuah pelajaran dan ada hikmahnya. Ini yang dialami Dewi Sutedja di sebuah pasar tradisional di Bogor.
Saat itu Dewi berniat belanja dan bergegas ke pasar setelah mengantar anaknya sekolah. Tiba di sana, dia menyusuri lorong-lorong pasar.
Di tengah lorong itu, seorang bocah laki-laki lusuh mengahampirinya. Dengan ekspresi letih, dia menawarkan jasa untuk mengangkut barang belanjaan. Rasa iba membuat Dewi tak bisa menolak. Bocah itu mengikutinya sampai ke parkiran.
Tak disengaja juga lupa, dia kehabisan uang di dompetnya. Tidak ada sepeser pun recehan di mobilnya. Dia kebingungan dan berusaha mencari tempat mesin ATM terdekat. Dan ternyata tidak ada.
Bocah itu berdiri menatapku dan berkata pelan, " Kenapa, Bu?" tanya si bocah. " Adik, namamu siapa?" tanyaku. " Ajat, Bu" . " Saya benar-benar tidak punya uang lagi sekarang ini untuk membayar upahmu mengangkut belanjaan. Bahkan untuk bayar parkirpun tidak ada," sahut Dewi.
Tiba-tiba, bocah itu merogoh tangan ke saku celananya. Dan menjulurkan uang Rp 2000,- ke Dewi. " Ibu pakai saja uang ini untuk bayar parkir." Mata polosnya menatapku. " Lalu upahmu bagaimana?" . " Tidak usah, Bu. Tidak apa-apa. Saya ikhlas," jawab Ajat.
Dia terharu. Dia perhatikan betul tubuh kurus bocah itu. Rambutnya yang ikal lengket kemerahan sepertinya jarang di shampo, baju kaos dan celana pendek yang pudar. Kulit kusam hitam terbakar matahari. Dan Kaki tanpa alas dengan kuku-kuku menghitam tercemar tanah becek pasar Bogor.
Tapi dia punya mata bening yang bersinar damai. Bocah itu sungguh orang kaya yang tengah bersedekah. Lihat kisah Ajat lengkapnya di sini (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya