Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gerobak Penjual Gorengan
Dream - Siapa yang menanam kebaikan tentu akan memetiknya di kemudian hari. Mungkin itu juga yang terjadi pada penjual gorengan ini.
Setiap hari, penjual gorengan ini mangkal di ujung jalan. Di tempatnya berjualan, anak-anak kecil biasanya selalu asyik bermain. Meski hanya penjual gorengan, ia tetap rela berbagi dengan bocah di sekitarnya.
Tak ada kado spesial yang diberikan penjual gorengan itu pada bocah-bocah itu. Namun, bila ada anak yang melihat dagangannya dengan pandangan menghiba lapar, biasanya dia sering memberi buntut singkong goreng yang tak dijual karena ukurannya terlalu kecil. Dan itu dia berikan secara gratis.
Waktu terus bergulir. Tanpa terasa sudah 20 tahun penjual gorengan tersebut menjalani profesinya itu. Kehidupannya nyaris tak pernah berubah. Gerobak dagangannya tak banyak berubah, serta gorengan tahu, tempe, bakwan, singkong yang selalu hangat ia jual, selalu siap memanjakan pembeli.
Tiba-tiba sebuah mobil sedan hitam mewah berhenti di depan gerobak.
" Buntut singkong gorengnya ada pak?" Tanya seorang pemuda.
Si tukang gorengan lantas menjawab, “ Nggak ada, Mas.”
“ Saya kangen sama buntut singkongnya, Pak. Dulu waktu kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan. Tapi waktu itu, Bapak selalu memberi buntut singkong goreng kepada saya, setiap kali saya main di dekat gerobak bapak,” ujar pria muda itu.
Penjual gorengan itu sama sekali tidak pernah menyangka karena bocah tersebut masih saja mengingat buntut goreng pemberian dirinya. Puluhan tahun lalu.
“ Bapak tidak sekadar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci. Semoga Bapak bahagia,” lanjut pria itu.
Ingin tahu lebih lanjut kisah ini? Yuk selengkapnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya