Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pemerintah Malaysia memberlakukan kebijakan lockdown sejak 18-31 Maret. Namun lockdown tersebut kemudian diperpanjang hingga 14 April 2020 mendatang.
Kementerian Wanita dan Keluarga Malaysia memposting beberapa tips tentang bagaimana mengatur rumah tangga, termasuk para suami, selama lockdown.
Sayang, postingan yang diunggah di akun Facebook dan Instagram pada 30 Maret 2020 dihapus satu hari kemudian. Setelah mendapat cibiran dari aktivis dan netizen.
Tips pertama berupa infografis tentang bagaimana menghindari pertengkaran dengan suami jika tindakannya tidak sesuai dengan keinginan istri.
" Jika melihat pasangan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak kita, hindari untuk mengomel," tulis kementerian.

Sebagai gantinya, kementerian merekomendasikan istri untuk menggunakan kata-kata dan kalimat lucu sambil menirukan suara Doraemon diikuti dengan tertawa manja.

Di infografis ketiga, kementerian menulis istri sebaiknya menghindari untuk berkata-kata kasar jika melihat pasangan tidak membantu membereskan rumah.
" Hindari menyindir. Mintalah tolong dan beritahu dia. Adakalanya pasangan kita perlu 'diberitahu' tentang tanggung jawab mereka agar mereka menyadari tugasnya."
Kemudian, jika suami marah dan mengomel, kementerian merekomendasikan istri untuk menghitung dari 0 sampai 20 detik sebelum menanggapinya.

Alasannya, di sepanjang 20 detik itu, otak akan menjadi lebih rasional dan tenang. Sehingga istri bisa membuat keputusan dengan baik.
Dalam sebuah posting Facebook Jumat lalu, yang masih tersedia hingga Selasa malam, kementerian juga mendesak para istri untuk tidak memakai 'pakaian rumah' selama lockdown.
" Tunjukkan diri Anda seperti biasanya, kenakan makeup dan berpakaianlah yang rapi."
Di postingan yang sama, kementerian juga merekomendasikan agar para ibu menjaga kerapian dan kebersihan meja makan, dapur, dan ruang tamu. Ini berguna untuk membantu menjaga pikiran tetap jernih saat bekerja dari rumah.
Postingan kementerian perempuan Malaysia itu menuai kritik dari All Women's Action Society (AWAM), sebuah organisasi non-pemerintah.
Dalam serangkaian tweet, AWAM menyebut tips yang dibuat kementerian tersebut 'seksis' (lebih menyoroti gender tertentu).
" Berdandan untuk bekerja adalah salah satu cara mempertahankan disiplin. Tapi saat bekerja dari rumah, fokus pada tampilan, pakaian, dan makeup sama sekali tidak perlu," katanya.
AWAM juga menyindir kementerian dengan mengatakan bahwa tertawa seperti Doraemon hanya untuk anak-anak umur lima tahun, bukan buat ibu rumah tangga.
" Wanita adalah manusia dan bukan objek atau komoditas. (Tugas) Wanita sudah cukup berat selama lockdown tanpa harus ada tambahan untuk merias wajah dan terlihat bagus (di rumah)," tulis AWAM.
Sumber: Channels News Asia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya