Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bupati Karawang Ketika Menjalani Isolasi Di RSUD Karawang (foto Instagram @cellicanurrachadiana)
Dream – Usai menjalani perawatan dan isolasi selama 18 hari, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana telah dinyatakan sembuh dari penyakit Covid-19. Cellica diketahui menjalani perawatan di RSUD Karawang untuk melumpuhkan virus corona yang bersarang di tubuhnya..
Hasil swabtest pertama yang keluar pada Jumat (10/04/2020) menyatakan Cellica telah dinyatakan negatif Covid-19. Bersyukur atas hasil tes swab itu, Bupati Karawang itu menceritakan kisahnya selama menjalani perawatan di RSUD Karawang yang diunggah di akun Instagram @cellicanurrachadiana.
Dalam postingan tersebut, Cellica menceritakan telah menjalani perawatan selama 18 hari hingga 12 April kemarin. Selama menjalani perawatan, Cellica bersyukur selalu diberi kesehatan yang terjaga.
Kebahagiaan Cellica semakin membesar ketika dia mendengar kabar hasil tes swab pertama yang menunjukan tubuhnya negatif Covid-19. Untuk saat ini, Cellica masih menantikan hasil tes swab kedua yang diharapkan menunjukkan hasil negatif.

Selama menjalani isolasi, bupati Karawang itu menghabiskan waktunya dengan beribadah dan membaca buku. Ia merasa istirahatnya menjadi lebih cukup dan pola makannya menjadi lebih teratur.
Selama isolasi Cellica rutin mengonsumsi buah sayur, susu, serta minum obat dan vitamin yang dianjurkan.
“ Selain beribadah tentunya kami mencoba melakukan kegiatan2 yang bermanfaat seperti membaca buku2 yang selama ini karena kesibukan jarang sy lakukan, istirahat relatif lebih cukup dan teratur, makan juga lebih teratur waktunya khususnya banyak makan buah sayur dan juga susu serta meminum obat dan vitamin yang diberikan oleh sahabat kami dr Nurhayati Sp.P,” tulisnya di akun Instagram pribadinya.
Bupati Karawang tersebut mengaku banyak mengambil hikmah dari musibah yang dialaminya itu. Penyakit Covid-19 membuatnya memiliki waktu lebih banyak untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
“ Sungguh banyak hikmah dari perjalanan Takdir yang harus sy dan teman2 jalanin, tentunya bagian dari rasa syukur kepadaNya untuk lebih dekat dan fokus beribadah, berdzikir, banyak berdoa, memohon ampunanNya dan selalu mencoba ikhlas dan tawakal akan ketetapanNya,” ungkapnya.
Saat ini kondisi kesehatan Cellica Nurrachadiana sudah mulai membaik. Ia dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19 pada 24 Maret 2020 lalu. Kemudian menjalani isolasi dan perawatan intensif di RSUD Karawang.

Ia menyebut banyak pihak yang berkontribusi dalam masa penyembuhannya. Cellice terutama megucapkan terimakasih kepada dokter yang sudah merawatnya, seperti dokter Nurhayati, dan tim dokter gabungan RSUD Karawang meliputi dokter THT, penyakit dalam, radiologi, dan patologi klinik.
Cellica juga berterimakasih kepada manajemen RSUD, RS Paru Jatisari, RS Hermina dan RS Primaya karena sudah memberikan pelayanan optimal bagi para pasien Covid-19.
Selama menjalani perawatan, Cellica mengaku telah dilayani dengan baik oleh para pekerja medis maupun non medis yang mengabdi dengan penuh keikhlasan. Ia bercerita bahwa perawatnya tak pernah lelah dalam berjuang menyembuhkan para pasien Covid-19.
“ Bismillah kita semua diberikan kekuatan untuk sehat, optimis, semangat dan yakin akan Ketetapan Allah SWT yang terbaik bagi hambanya,” kata Cellica.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya