Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Begini Jadinya Kalau Fotografer Abadikan Pernikahannya Sendiri. (Foto: Video Instagram)
Dream - Seperti halnya Indonesia, peningkatan kasus Covid-19 di Malaysia juga tidak bisa dianggap enteng.
Untuk membendungnya, pemerintah Negeri Jiran menerapkan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP), sejenis PPKM Darurat di Indonesia.
Di tengah penerapan PKP tersebut, berbagai cara kreatif perlu dilakukan agar tetap bisa bertahan dalam tatanan norma baru.
Hal yang sama dilakukan oleh seorang fotografer pernikahan yang ingin mengabadikan kenangannya sendiri sebagai seorang pengantin di tengah PKP tersebut.
Berbaju Melayu lengkap dengan kain samping dan peci, mempelai pria itu berlari berulang kali untuk mendapatkan angle terbaik.

Fotografer bernama Sheikh Mohd Asyrul Shikh Hatim mengatakan dia menikah dengan istrinya pada 27 Juli lalu mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan.
Pria berusia 30 tahun itu mengaku awalnya berniat menggunakan jasa temannya sebagai fotografer untuk merekam foto pernikahannya.
" Namun karena teman saya sedang berada di luar daerah dan lintas negeri masih tidak diperbolehkan, maka saya putuskan untuk mengambil foto sendiri," ujarnya.
Asyrul mengatakan saat melakukan pemotretan tersebut, dia sama sekali tidak menggunakan konsep.
" Semuanya dilakukan secara spontan. Lokasi fotografi juga dekat rumah pengantin perempuan di Kuala Krai, Kelantan," katanya.

Namun Asyrul mengakui kalau sesi pemotretan yang dilakukannya tidak semudah yang dibayangkan.
Apalagi pada pemotretan kali ini, dia 'memainkan' dua peranan, yaitu sebagai fotografer dan pengantin itu sendiri.
Pertama, dia menetapkan posisi untuk mengambil foto sebelum mengatur timer pada kamera yang terpasang. Begitu menekan shutter, Asyrul akan berlari ke arah istrinya untuk mengambil gambar.

" Lebih dari 10 kali saya lari bolak-balik sepanjang sesi fotografi yang berlangsung kira-kira tiga jam. Baru 10 menit pertama saja, ketiak saya sudah basah," kata Asyrul dengan nada bercanda.

Untuk pemotretan pernikahannya, Asyrul memilih lokasi di area kebun karet dengan pemandangan sungai di dekatnya.
Menurut fotografer pernikahan paruh waktu itu, momen paling berkesan adalah saat dia foto bersama istrinya di jembatan sungai.

“ Saya pasang kamera di tepi sungai untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar yang indah. Tapi timernya hanya 10 detik, jadi saya tidak sempat lari ke tengah jembatan untuk mengambil foto," kenang Asyrul.

Upaya pertama gagal karena Asyrul hanya bisa lari ke sisi jembatan dalam waktu 10 detik. Padahal, dari lokasi kamera ke tengah jembatan butuh waktu lebih dari 15 detik.
" Saya tidak mampu mengejar waktu, dari tempat kamera saya harus lari lagi. Medan yang berbukit-bukit semakin mempersulit pemotretan," kata pria kelahiran Petaling Jaya, Selangor, ini.

Namun Asyrul sangat bersyukur karena mendapat bantuan dari kakak iparnya yang bersedia menjaga kamera dan menekan shutter-nya.
" Akhirnya saya dan istri bisa berpose di jembatan itu beberapa kali. Kelihatannya sih OK, tapi saat itu sudah basah kuyup," katanya sambil tertawa.
Selama bekerja sebagai fotografer pernikahan, baru kali ini dia merasakan susahnya menjadi pengantin saat melakukan sesi pemotretan.
Karena selama ini, dia selalu bekerja di belakang layar. Hanya tinggal memerintah pengantin untuk berpose sana sini.
" Sekarang saya baru paham betapa capeknya jadi pengantin ketika menjalani sesi pemotretan," ujarnya.
Asyrul juga bersyukur karena sesi pemotretan dilakukan sore hari sehingga cuaca tidak panas. Meski dia tetap basah kuyup karena lari-lari.
Dia tidak bisa membayangkan jika sesi pemotretan pernikahannya itu dilakukan pada saat tengah hari, ketika matahari lagi terik-teriknya.
Sumber: mStar
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam