Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mamat Berbaring Dalam Liang Lahad Disaksikan Temannya. (Foto: Video TikTok)
Dream - Kisah seorang penggali kubur berusia 25 tahun mencuri perhatian netizen. Dalam sebuah video TikTok yang sudah ditonton lebih dari 1,2 juta kali itu si pemuda terlihat sedang berada di dalam liang lahat.
Dalam video itu, permuda bernama Muhammad Shahira Mohd Hanafi berbaring di dalam liang lahat sambil diperhatikan seorang temannya yang sedang memegang cangkul.
Pria yang akrab disapa Mamat ini kemudian menceritakan awal mula dia terjun di dunia gali menggali kuburan yang ditekuni sejak zaman sekolah dulu.
Menurut operator forklift yang bekerja di sebuah pabrik minyak sawit itu, pekerjaan penggali kubur merupakan warisan dari ayahnya yang kini sudah lanjut usia
Mamat mengawali 'karier' sebagai penggali kubur sejak dia duduk di bangku SMA. Awalnya dia sering ikut membantu ayahnya menggali kuburan.
" Saya bertugas menggali kubur untuk dua buah kampung (desa). Kemudian ketika umur 20 tahun, ayah menyerahkan tugas itu kepada saya.
" Saya berani menjadi penggali kubur karena ayah. Saya pikir kalau saya tidak belajar, siapa yang mau gantikan ayah?" kata pemuda dari Malaysia ini.
Mamat yakin dia bisa menjadi penggali kubur seperti ayahnya. Saat bantu sang ayah, Mamat kebagian tugas untuk mencangkul saja.

" Tapi sekarang ayah sudah tua, saya juga yang ambil alih, " ujar pemuda yang menetap di Setiu, Terengganu, ini.
Menurut Mamat, tugas itu bukan dilakukan sendirian tetapi secara gotong-royong dengan teman sekampung yang lain.
Mamat mengaku dia akan mendahulukan urusan menggali kubur sekiranya ada kematian, meski dirinya sedang sibuk dengan pekerjaan utamanya.
" Bos saya sudah paham. Kalau ada kematian, saya langsung akan tinggalkan urusan dunia dan fokus pada urusan fardu kifayah dulu.
" Saya bahkan sudah enam tahun bekerja di pabrik tersebut. Biasanya untuk menggali satu kuburan butuh waktu sekitar tiga jam," jelas Mamat.
Apalagi, lanjut Mamat, kematian tidak terlalu sering terjadi di desanya. Kadang-kadang sebulan atau tiga bulan sekali baru ada kematian.
Menurut anak keempat dari enam bersaudara ini, profesi menggali kubur memberi kesadaran kepadanya agar senantiasa ingat akan kematian.
" Yang terbayang dalam pikiran saya, lambat atau cepat saya akan mati juga. Maknanya kalau saya tak masuk (liang lahad) sekarang, nanti saya akan masuk sini juga," ujarnya.
Sumber: mStar
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya