Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Beberapa wilayah di China kembali diisolasi setelah seorang bocah berusia tiga tahun terinfeksi pes. Wabah ini juga dikenal sebagai “ Black Death”
Bocah lelaki itu terinfeksi dari Menghai, Yunnan, pada Minggu 27 September 2020.
Bocah itu awalnya diuji pada hari Kamis, namun tertunda karena sudah diberikan antibiotik sehingga membuat diagnosis sulit dilakukan pada sampel pertama.
Kasus tersebut merupakan bagian dari program skrining nasional terhadap wabah pes, setelah penemuan tiga tikus mati akibat penyakit yang belum diketahui.

Otoritas pengendalian penyakit di daerah setempat mengonfirmasi serangan tikus yang parah terjadi di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah telah melucurkan tindakan tanggap darurat tingkat-IV untuk mencegah penyebaran wabah pes.
Di Mongolia, negara yang berdekatan dengan China, telah menyatakan setidaknya 17 dari 21 provinsi berisiko terserang wabah pes.
Pada Agustus, pihak berwenang di Desa Suji Xincun, Mongolia, menutup akses keseluruh desa karena satu orang penduduk meninggal dunia akibat wabah pes.

Wabah pes merupakan salah satu dari tiga wabah utama yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, demam, menggigil, dan batuk.
Wabah ini menyebabkan pandemi paling mematikan yang pernah dialami umat manusia, sebelum akhirnya muncul vaksin untuk mencegah penyebarannya.
Namun beberapa tahun terakhir, wabah ini kembali muncul, dan WHO sendiri telah menyatakan wabah pes sebagai “ Penyakit yang muncul kembali.”
Orang-orang di China dan Mongolia diminta untuk tidak mengonsumsi hewan liar yang menjadi pembawa wabah.

Pada Mei 2019, sepasang suami istri di Mongolia, meninggal dunia setelah memakan ginjal marmut mentah. Karena dianggap sebagai obat tradisional di Tiongkok.
Marmut diduga bertanggung jawab atas wabah pneumonia pada tahun 1911, yang menyebabkan kematian lebih dari 63 ribu orang.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya