Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Spesies Burung Bernama Commons Swifts (Foto: Flickr)
Dream – Para ilmuwan telah lama menduga terdapat beberapa spesies burung yang makan, minum, bahkan tidur ketika terbang. Para ilmuwan lebih terkejut karena mereka menemukan satu spesies burung yang bisa terbang 10 bulan tanpa pernah sekalipun menginjak tanah.
Melansir dari Oddity Central, nama spesies itu adalah Commons Swift. Jenis burung ini biasa hidup di Eropa dan sebagian besar Asia. Namun waktu terbangnya sama sekali tidak biasa seperti pada hewan sejenis pada umumnya.
Burung ini berukuran sedang, namun memegang rekor paling banyak menghabiskan waktu di udara per tahun. Data menunjukkan beberapa spesimen dapat menghasilkan hingga 10 bulan tanpa pendaratan.
Spesies ini dapat makan, minum, dan juga kawin di udara. Mereka juga bisa tidur di udara dengan meluncur di udara hangat.
Teori-teori tentang spesies burung yang dapat menghabiskan sebagian besar hidupnya di udara dapat ditelusuri kembali ke tahun 1950-an. Pada sebuah penelitian yang terbit tahun 2016 menunjukkan kemampuan luar biasa burung layang untuk terbang hampir tanpa henti.
Pada tahun itu diketahui burung Fregat dan Alpine Swifts dapat tinggal di udara selama berbulan-bulan. Namun ada kecurigaan di kalangan para peneliti bahwa Swifts sudah terbiasa melakukan hal yang sama, karena memang ilmuwan tidak pernah menemukan sarang di habitatnya selama musim dingin di Afrika.

Tim peneliti Departemen Biologi di Lund University mengembangkan tipe baru dari pencatat data mikro untuk melacak pergerakan burung. Alat itu dipasang pada 19 gesekan umum yang kemudian ditangkap kembali. Temuan itu menunjukkan bahwa kebiasaan Swifts menghabiskan lebih dari 99% dari waktu mereka selama 10 bulan di udara.
Peneliti bernama Anders Hedenstrom mengatakan, “ beberapa individu dalam penelitian kami benar-benar tidak pernah mendarat selama periode ini.”
Ia juga menambahkan bahwa ia percaya burung-burung itu entah tidur dimana dan bagaimana caranya tidur ketika terbang. Karena penelitian ini tidak meneliti bagaimana Swifts bisa tidur di udara. Asumsinya, menurut para ilmuwan, mekanisme itu Swifts lakukan mirip dengan burung Fregat.
Swifts dilahirkan untuk terbang. Oleh karena itu tubuh mereka telah beradaptasi dengan aktivitas terbang yang hamper tanpa henti. Mereka memiliki sayap panjang dan sempit, kaki mereka pendek dan ringan, Switfs juga memiliki bentuk aerodinamik yang hampir sempurna.
Selain itu, Switfs juga menggugurkan bulunya dengan periode waktu enam bulan, sangat lambat sekali disbanding burung lain.

Swift memiliki kemampuan bertahan terbang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan burung. Berada di udara dalam waktu yang lama tidak membuat mereka khawatir akan adanya predator. Kecuali burung pemangsa yang menangkap mereka tanpa disadari. Karena mereka tidak berhubungan dengan terlalu banyak pemangsa.
Data penelitian menunjukkan bahwa gelombang capat umum dapat mencapai usia 20 tahun atau lebih, dan terbang lebih dari tiga juta kilometer. Artinya, ia bisa terbang dengan jarak yang sama dengan tujuh putaran perjalanan menuju bulan. Gak capek apa ya nih burung terbang terus?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya