Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Di Momen Benua Afrika Terbelah Dua, Muncul Samudra Luas (Foto: Shutterstock/Youtube @nation)
Dream - Bumi makin menua. Banyak perubahan besar yang terjadi di dalam maupun permukaannya. Perubahan besar itu ada yang berjalan cepat, namun tidak sedikit yang lambat.
Salah satu perubahan besar Bumi yang berjalan secara lambat adalah terbelahnya Benua Afrika menjadi dua. Ini adalah proses panjang yang terus berlangsung saat tiba waktunya.
Secara geologi, terbelahnya Benua Afrika ini adalah proses yang sangat panjang yang akan memakan waktu jutaan tahun. Hingga akhirnya sebagian Afrika Timur terlepas dari benua ini.
Dampak yang paling nyata dari proses terbelahnya Benua Afrika selama jutaan tahun ini adalah munculnya samudra baru di antara daratan yang tercipta.
Perpecahan kolosal ini disebabkan adanya East African Rift System (EARS) yaitu sebuah celah lintas negara sedalam ribuan kilometer.
Celah tersebut melintasi beberapa negara Afrika, termasuk Ethiopia, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, dan Mozambik.
Nantinya, lempeng Afrika terbelah menjadi dua lempeng, yakni lempeng Somalia yang lebih kecil dan lempeng Nubia yang lebih besar.

Kedua lempeng ini akan saling menjauh satu sama lain beberapa milimeter per tahun, menurut sebuah penelitian pada tahun 2004.
Di tahun 2018, sebuah artikel melaporkan tentang keretakan Benua Afrika yang muncul di Kenya. Pemberitaan tersebut menjadi viral dan banyak yang mengklaim bahwa ini adalah bukti bahwa Afrika segera terbelah menjadi dua bagian.
Nyatanya, terbelahnya daratan Afrika itu tidak terjadi secepat yang dipikirkan banyak orang, karena butuh lama bahkan hingga jutaan tahun.
Retakan di tahun 2018 dilaporkan hanya sebagai aktivitas retakan lembah biasa yang sangat terlokalisasi. Hingga saat ini, EARS memasuki proses sekitar 25 juta tahun.
Sebenarnya, retakan di Kenya itu merupakan pertanda tidak langsung tentang yang terjadi di Benua Hitam tersebut.
Namun, dalam 5 juta hingga 10 juta tahun mendatang, perubahan EARS mungkin memunculkan dunia yang sangat berbeda.
Sekitar jangka waktu ini, kita cenderung akan melihat bentuk samudra baru yang memisahkan lempeng Somalia dan lempeng Nubia.
Jika dilihat pada peta, benua besar Afrika akan kehilangan 'bahu' timurnya ketika lautan luas memotong Afrika Timur.
Meski terdengar menyeramkan, perlu diingat bahwa permukaan Bumi memang akan terus berubah. Proses perubahan itu pun berjalan sangat lambat, sehingga manusia tidak dapat menjelaskannya.
Bumi kita sudah mengalami hal serupa jauh sebelumnya. Daratan dan laut yang kita lihat sekarang, dulunya adalah lempeng tektonik besar yang menyatu seperti puzzle.
Nantinya, dalam waktu jutaan tahun, potongan puzzle ini bergerak menjauh dan terpisah secara perlahan-lahan.
Sumber: IFL Science
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam