Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tulang Paha Ditemukan Di Antara Puing-puing Planet Mars. (Foto: NASA)
Dream - Baru-baru ini banyak orang berusaha mencari sensasi untuk mendulang popularitas atau mendongkrak pendapatan di tengah pandemi Covid-19 yang menghancurkan banyak sektor di bidang ekonomi.
Salah satunya adalah munculnya berita di tabloid-tabloid yang menyebut bahwa NASA telah menemukan bukti adanya kehidupan di Planet Mars.
Adanya kehidupan di Mars itu dibuktikan dengan ditemukannya sepotong tulang paha di reruntuhan yang diyakini adalah sisa peradaban planet tersebut.
Padahal, foto yang dipakai dalam berita itu merupakan foto NASA tahun 2014 dan objek tersebut hanyalah batu Planet Mars biasa. NASA bahkan telah membantahnya enam tahun lalu.
Foto tersebut diambil oleh NASA menggunakan MastCam yang ada di Curiosity Rover pada tanggal 14 Agustus 2014.
Namun para pengusung teori konsipirasi malah menggunakannya sebagai bukti bahwa Planet Mars pernah didiami makhluk hidup.
Badan antariksa milik AS itu terpaksa membuat pernyataan untuk meluruskan kabar yang dibuat para pengusung teori konsipirasi.
" Direkam oleh Curiosity Rover menggunakan MastCam, batu Mars ini mungkin terlihat seperti tulang paha. Tapi anggota tim kami memperkirakan bentuknya yang unik kemungkinan akibat dipahat oleh erosi, baik oleh angin atau air," kata juru bicara NASA.
" Jika kehidupan pernah ada di Mars, para ilmuwan berharap itu bentuk kehidupan kecil yang sederhana yang disebut mikroba. Mars kemungkinan tidak pernah memiliki oksigen yang cukup di atmosfernya untuk mendukung organisme yang lebih kompleks. Jadi, itu tidak mungkin sebuah fosil," tambahnya.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa kita sering melihat sebuah benda memiliki pola yang tidak asing, seperti wajah orang atau tulisan yang kita kenal? Misalnya, kita melihat bayangan yang membentuk wajah orang atau awan yang menyerupai tulisan Allah.
Dalam dunia ilmu pengetahuan, fenomena ini disebut dengan pareidolia. Fenomena ini terjadi ketika beberapa bagian otak memroses informasi visual dan langsung menuju ke kesimpulan sebelum sisa bagian otak lainnya selesai melakukannya.
Di sini, di Bumi, kebanyakan orang mengalami pareidolia karena beberapa alasan. Seperti mungkin karena kita tidak bisa pergi ke tempat itu dan menyentuh benda yang dimaksud. Karena itu pareidolia di Mars menjadi lahan subur bagi para pengusung teori konsipirasi.
Banyak sekali pareidolia di Mars yang sebenarnya hanya sebuah khayalan dari para pengusung teori konsipirasi.
Yang paling terkenal mungkin foto sebuah daerah di Mars yang disebut Cydonia. Foto yang diambil pada tahun 1976 memperlihatkan patung wajah berukuran besar.
Namun setelah diteliti kembali, objek dalam foto beresolusi tinggi itu ternyata hanya sebuah formasi batu di Planet Mars.
Tahun lalu, seorang ilmuwan mengklaim telah mengidentifikasi fosil serangga di Mars. Lainnya mengaku telah menemukan jamur.
Tapi foto-foto ini ini sama sekali tidak menunjukkan bukti apa pun selain batuan yang sudah lapuk di Planet Mars.
Kita telah mengirim misi ke Mars sejak 1960-an. Termasuk empat wahana rover (penemu) dan lima wahana lander (pendarat). Semuanya sukses menjalankan misinya.
Para ilmuwan ingin menemukan tanda-tanda kehidupan di Planet Merah yang berdebu itu. Tujuannya untuk mempelajari seperti apa kehidupan di luar bumi, tapi juga untuk membuktikan bahwa Bumi tidak unik di alam semesta ini.
Upaya kita saat ini difokuskan pada mikroba. Seperti yang sudah dikatakan NASA, lingkungan Mars mungkin tidak kondusif, dan mungkin tidak pernah cocok bagi kehidupan yang lebih kompleks.
Sumber: Science Alert
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya