Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Menghafal Alquran memberikan keutamaan bagi orang yang mau menjalankannya. Bisa hafal setiap ayat Alquran juga menjadi kebanggaan tersendiri pada diri seorang Muslim.
Memang, sekilas aktivitas menghafal terlihat sederhana. Namun sebenarnya aktivitas ini tidaklah mudah dijalankan.
Butuh jiwa yang tenang dan pikiran jernih dalam menghafal Alquran. Dengan begitu, setiap ayat akan mudah masuk dalam ingatan.
Meski begitu, merawat hafalan jauh lebih berat. Kesibukan sehari-hari bisa menjadi penyebab hilangnya hafalan.
Belum lagi setiap perbuatan mengandung maksiat dan dosa. Perbuatan itu bisa membuat semua hafalan lenyap dari pikiran.
Salah satu cara merawat dan menguatkan hafalan adalah dengan berdoa. Doa ini bisa dibaca agar hafalan tidak mudah lepas dari ingatan.

Allahummaj'al nafsi muthmainnatan tu'minu biliqoika wa taqna'u bi'athoika wa tardla biqodhoika
Artinya,
" Ya Allah, jadikanlah jiwaku tenang, mengimani perjumpaan dengan-Mu, merasa cukup dengan pemberian-Mu, dan ridha dengan ketentuan-Mu."
Dream - Dalam Islam terdapat lima dasar hukum untuk setiap amalan. Kelimanya yaitu fardlu atau wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram.
Berkaitan dengan pahala dan dosa, setiap hukum memiliki dampaknya masing-masing. Misalnya fardlu, mendapat pahala jika dikerjakan dan dosa apabila ditinggalkan.
Kebalikannya adalah haram. Jika ditinggalkan berpahala dan justru berdosa apabila dijalankan.
Demikian halnya dengan sunah. Amalan mendapatkan pahala jika dikerjakan namun tidak berdosa apabila ditinggalkan. Hukum kebalikannya adalah makruh.
Sedangkan mubah, para ulama sepakat memandang amalan ini sebatas boleh. Artinya, dikerjakan atau tidak, tidak berdampak para diperolehnya pahala atau dosa.
Namun demikian, perbuatan mubah pada dasarnya termasuk kebaikan. Sehingga, perbuatan ini tidak akan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain jika dikerjakan ataupun ditinggalkan.
Karena termasuk dalam kebaikan, kita boleh berharap mendapatkan pahala atas amalan mubah. Caranya dengan memohon kepada Allah dengan doa yang tertulis pada kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu karya Syeikh Wahbah Al Zuhaili.

Allahumma ma a'maluhu fi hadzan nahar, au fi hadzihil lailah min khair fa huwa imtitsal li amrik, wa ma atrokuhu min ma'shiyah fa huwa imtitsal li nahyik.
Artinya,
" Ya Allah, perbuatan baik yang saya kerjakan siang hari atau malam hari ini karena mengikuti perintah-Mu. Perbuatan maksiat yang aku tinggalkan itu semata-mata karena menjauhi larangan-Mu."
Dream - Orang beriman meyakini rezeki semata datang dari Allah SWT. Tanpa kehendak-Nya, setiap makhluk tak akan menerima rezekinya.
Pun demikian dengan cara rezeki diterima. Terkadang lancar, tetapi sering juga tersendat.
Allah SWT memang telah menjamin rezeki bagi setiap hamba-Nya. Namun demikian, seorang hamba tetap diharuskan mengupayakan rezeki tersebut datang.
Tidak hanya melalui berbagai usaha yang dijalankan. Melainkan juga zikir dan doa ditujukan kepada Allah, Rabb Pemilik Rezeki.
Terdapat satu zikir yang bisa diamalkan terkait rezeki. Zikir tersebut untuk memohon kepada Allah agar kita dimudahkan dan dilancarkan mendapatkan rezeki.
Doa tersebut tertuang dalam hadis riwayat Imam Malik dan Imam Ad Dailami.

Subhanallah wabihamdihi subhanallahil adzim astahgfirullah li wa liwalidayya wa lilmuslimin ila yaumiddin fi kulli lahdzahtin abadan adada khalqihi wa ridha’a nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.
Artinya,
“ Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, Maha Suci Allah yang agung. Aku memohon ampunan kepada Allah untuk diriku dan kedua orangtuaku, dan orang-orang muslim hingga hari pembalasan di setiap waktu selamanya, sebanyak makhluk-Nya, sebanyak ridha-Nya, seberat timbangan Arsy-Nya, dan semahal kalimat-kalimat-Nya”
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya