7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Membaca Doa. (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Sosok bernama Abu Nawas sangat terkenal dalam literatur Islam. Ia merupakan seorang pujangga yang terkenal pada masa Bani Abbasiyah. Ia memiliki nama asli Abu Ali Hasan bin Hani' al-Hakami.
Salah satu kelebihan Abu Nawas adalah kepandaiannya membuat syair sehingga disebut sebagai pemimpin para penyair pada zamannya.
Selain tenar sebagai seorang pujangga, banyak pula kisah kocak seputar Abu Nawas yang membuat kita tertawa. Kalau zaman sekarang, Abu Nawas layaknya komedian dengan kualitas intelektual yang luar biasa.
Di balik kekonyolannya, tersimpan banyak hikmah dan pesan. Bahkan setiap celetukannya mengandung nasihat bagi kehidupan. Sebab selain karena kelucuannya, Abu Nawas juga dikenal sebagai sosok yang cerdas. Bahkan dia termasuk golongan sufi agung.
Abu Nawas menyusun syair yang indah. Isinya adalah doa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita. Salah satu syairnya masih sering dilantunkan hingga saat ini.
Doa ilahilastulil firdausi ahla mungkin sudah familiar di kalangan umat Islam. Doa yang lebih dikenal sebagai Syair Al I'tiraf ini berisi doa permohonan ampunan kepada Allah. Abu Nawas meracik syair ini dengan komposisi diksi yang sempurna. Sehingga menciptakan kalimat yang menyentuh hati apabila dilantunkan.
Doa ilahilastulil firdausi ahla merupakan syair yang berisi pengakuan betapa manusia adalah makhluk yang bergelimang dosa. Kendati demikian, manusia juga merupakan makhluk lemah yang tidak kuat menahan panasnya api neraka.
Berikut bacaan doa ilahilastulil firdausi ahla yang bisa kamu panjatkan setiap saat:
Ilahi lastu lil firdausi ahla, wa la aqwa 'alan naril jahimi
Wa habli taubataw-waghfir dzunubi, fa innaka ghofirudz-dzambil 'adzimi
Dzunubi mitslu a'dadir rimali, fa habli taubatay-ya dzal jalali
Wa 'umri naqishu fi kulli yaumi, wa dzambi zaidun kaifah timali
Artinya:
Tuhanku, aku tak layak menjadi penghuni (surge) Firdaus, tapi aku juga tak kuat menghadapi api Neraka Jahim.
Maka terimalah taubat dan ampuni dosaku, karena Engkau adalah Maha Pengampun dosa.
Dosaku bertebaran layaknya pasir, terimalah taubatku wahai Dzat yang penuh keagungan.
Tiap hari umurku terus berkurang, sedangkan dosaku terus bertambah, bagaimana aku akan memikulnya?
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?