Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Tahun Hijriah 1440 resmi berganti dengan 1441. Ini ditandai dengan terbenamnya matahari pada Sabtu, 31 Agustus 2019. Di petang hari kala mega merah muncul, kita dianjurkan membaca doa awal tahun hijriah.
Tepat kala azan magrib berkumandang, kita telah berada di tanggal 1 Muharram 1441 H. Momen tahun baru Hijriah yang penuh kemuliaan.
Sebagai bulan pembuka, Muharram menyimpan banyak keutamaan. Bahkan masyarakat Arab dulu memaknai Muharram sebagai bulan suci.
Mereka tidak mau merusak keutamaan bulan ini dengan berperang atau pertumpahan darah. Bisa dibilang, Muharram adalah bulannya gencatan senjata.
Dalam konteks kekinian, bergantinya tahun membawa harapan baru. Tentang kehidupan lebih baik, terutama keimanan yang semakin mantap.
Setiap awal Muharam setiap tahun tiba, Rasulullah selalu membaca doa awal tahun hijriah ini.

Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa 'ala fadhlikal 'azhimi wa karimi judikal mu'awwal. Hadza 'amun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithani wa auliya'ih, wal 'auna 'ala hadzihin nafsil ammarati bis su'i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.
Artinya,
" Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
Dream - Malam ini kita sudah masuk pergantian tahun Hijriah. Lepas magrib nanti, bulan baru penanda datangnya tahun baru Islam, Muharam, akan menjelang dan mengganti tahun menjadi kalender Islam menjadi 1441 hijriah.
Akhir tahun menjadi saat yang tepat untuk bertobat dan memohon ampunan kepada Allah. Juga memohon agar segala amal baik yang kita lakukan sepanjang tahun diterima oleh Allah.
Kita juga patut merenung dan menyesali kesalahan yang sudah terjadi. Untuk selanjutnya menutupnya dan berjanji tidak akan mengulanginya.
Memperbanyak doa di akhir tahun dapat mendekatkan kita kepada Allah. Juga sebagai jalan agar Allah mengampuni segala dosa kita di masa lalu.
Setiap kali akhir tahun, Rasulullah Muhammad SAW membaca doa akhir tahun hijriah ini. Lewat doa tersebut, Rasulullah memohon ampunan atas kesalahan yang pernah terjadi.

Allahumma ma 'amiltu min 'amalin fî hadzihis sanati ma nahaitani 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîha 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'ala 'uqubatî, wa da'autani ilat taubati min ba'di jara'atî 'ala ma'shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma 'amiltu fîha mimma tardha, wa wa'attani 'alaihits tsawaba, fa as'aluka an tataqabbala minni wa la taqtha' raja’i minka ya karim.
Artinya,
" Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
Dream - Pagi menandai dimulainya aktivitas. Pagi yang nyaman dapat menghadirkan perasaan bahagia dan bersemangat sepanjang hari.
Karena itulah sangat dianjurkan memperbanyak doa dan zikir di pagi hari. Sebagai wujud rasa syukur atas nikmat dari Allah bisa dipertemukan dengan hari baru.
Dalam sebuah riwayat, Sahabat Abdullah bin Mas'ud punya kebiasaan di pagi hari. Usai sholat Subuh, dia akan mengisi waktunya dengan berzikir.
Sesekali, dia akan bertanya kepada pelayannya apakah matahari sudah terbit. Jika belum, maka ia akan melanjutkan zikirnya.
Jika pelayannya mengatakan matahari sudah terbit, Abdullah bin Mas'ud akan mengucap syukur dengan doa ini.

Alhamdulillazi wahaba lana hazal yaum wa aqolana fihi 'atsarotina.
Artinya,
" Segala puji bagi Allah, yang telah menganugerahi kami hari ini dan mengurangi kesalahan kami di dalamnya."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya