Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Ghibah (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Perilaku manusia tak terlepas dari kekhilafan. Sebab manusia adalah tempat salah dan lupa. Kesalahan adalah hal yang wajar dilakukan manusia. Asalkan kesalahan itu tidak diulang untuk yang kedua kalinya. Mengulang kesalahan yang sama adalah bukti nyata dari kerugian.
Meskipun kita kerap melakukan kesalahan dan dosa, namun Allah SWT masih tetap melindungi aib yang kita lakukan. Tentu saja kita tak ingin keburukan terungkap hingga diketahui orang lain. Karena keburukan adalah aib yang tidak sepatutnya tersebar.
Di lain sisi, kita juga perlu berusaha menghindar dari upaya mengetahui aib orang lain. Apabila sampai tahu, maka kita harus berusaha untuk menutupinya. Jangan malah disebarluaskan melakui media sosial dan obrolan sehari-hari.
Nah agar tidak diaibkan oleh manusia, sudah sepantasnya kita memohon kepada Allah SWT supaya selalu menutupi aib kita. Salah satunya dengan membaca doa agar tidak diaibkan oleh manusia. Lantas bagaimana bacaan doa tidak diaibkan oleh manusia? Simak jawaban selengkapnya berikut ini!
Kini banyak kita lihat, betapa mudahnya orang membuka aib sesama saudaranya dan melempat cacian sesuka hati. Hal itu banyak kita temukan di kolom komentar, video di Instagram, hingga melalui media sosial lainnya.
Bahkan kini banyak bermunculan media infotainment yang ghibah tentang artis, selebgram, hingga masyarakat sipil. Bahkan aib kita bisa saja tersebar lewat obrolan sehari-hari di pasar, warung, kantor dan lain sebagainya.
Padahal melalui Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT melarang hamba-Nya berprasangka buruk dan mencari kesalahan atau aib orang lain. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari pun juga disebutkan hal yang mendukung firman Allah tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا
Artinya: “ Jauhilah oleh kalian prasangka, sebab prasangka itu adalah ungkapan yang paling dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula saling menebar kebencian dan jadilah kalian orang-orang yang bersaudara."
Kemalangan manusia bahkan terjadi dengan sangat halus sampai kita tidak mengetahuinya. Di saat kita merasa tidak ada masalah apapun, ternyata aib yang kita tutupi untuk menjaga keselamatan diri sudah tersebar. Bisa jadi tanpa sadar orang-orang membenci kita hingga mengungkit keburukan kita. Siapa sih yang berharap hal itu terjadi? Tentu tidak! Namun apa yang terjadi tak pernah bisa kita halau.
Akhirnya, kita hanya bisa pasrah kepada Allah SWT. Apabila kamu sedang berada dalam situasi ini, maka bacalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي، وَدُنْيَايَ، وَأَهْلِي، وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
Allahumma inni as'alukal 'afiyah fid dunya wal akhirah, allahumma inni as 'alukal 'afwa wal 'afiyah fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahummastur 'aurati wa amin rau'ati. Allahummahfadhni min baini yadayya wa min khalfi wa 'an yamini wa 'an syimali wa min fawqi. Wa a'udzu bi 'adhamatika an ughtala min tahti.
Artinya: " Ya Allah, aku memohon keselamatan dunia dan akhirat pada-Mu. Aku memohon ampunan dan keselamatan agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Tutupilah segala kekuaranganku, tenangkanlah hatiku, jagalah depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung pada-Mu dari musibah yang tak terduga."
Demikian itulah bacaan doa agar tidak diaibkan oleh manusia. Jelas bahwa Allah melarang kita untuk saling menyebar aib sesama manusia. Bahkan disebutkan bahwa apabila kita menutupi aib orang lain maka Allah akan menutupi aib kita juga. Jadi ada manfaat bagi kita jika kita menutupi aib orang lain, bukan?
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya