Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengendara Motor Tertimpa Pohon Kelapa (Foto: Planet.merdeka.com)
Dream - Nasib tragis dialami oleh seorang wanita bernama Amira Amir. Pada Senin 18 November 2019, nyawanya tak tertolong setelah tubuh dan motor yang dikendarainya tertimpa pohon kelapa setinggi 50 meter.
Peristiwa bermula ketika Amira yang tengah mengendarai sepeda motornya melintas di sebuah perkampungan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Saat dia melintas, tiba-tiba pohon kelapa tumbang dan menimpanya.
Sejumlah fakta muncul dari peristiwa tersebut, berikut sejumlah fakta tewasnya Amira dikutip dari Pojoksatu.id,
1. Tubuh Amira Tertindih Pohon Selama Dua Jam
Setelah pohon itu tumbang dan menimpa Amira, warga sekitar rupanya tak mampu berbuat banyak. Mereka hanya bisa menyaksikan lantaran pohon kelapa itu ukurannya terlalu besar. Sementara peralatan tidak memadai.
Selang dua jam setelah alat berat didatangkan. Tubuh Amira akhirnya bisa dievakuasi dan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
2. Alami Luka Serius
Dari pemeriksaan awal, Amira diketahui menderita patah di bahu dan leher. Sementara kepalanya remuk akibat tertimpa pohon kelapa setinggi 50 meter.
3. Motor Hancur
Selain itu, motor yang dikendarai Amira juga terlihat hancur dihantam kuatnya pohon kelapa yang juga turut menjepit tubuh korban.
View this post on Instagram
Dream - Mantan pembawa berita televisi India Doordarshan dan instruktur yoga, Kanchan Nath, 58 tahun, mengalami nasib nahas. Dia meninggal dunia karena tertimpa pohon kelapa di Sant Venkaih Marg.
Menurut laporan The Times of India, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 20 Juli 2017 usai Kanchan pulang dari tempat kerjanya di Chembur, Mumbai, India. Saat melintas di jalanan Sant Venkaih Marg, hujan deras sedang terjadi.
Tiba-tiba, pohon kepala itu tumbang dan menimpa tubuh Kanchan. Dia sempat ditolong beberapa warga dan membawanya ke Rumah Sakit Sushrut. Tetapi, akibat luka yang parah, dia meninggal pada Sabtu, 22 Juli 2017.
Peristiwa itu tertangkap kamera CCTV. Rekaman itu menjadi ramai di media sosial India.
Insiden itu membuat warga geram. Warga setempat menyalahkan otoritas Kota Mumbai.
Rajat, suami Kanchan, meminta pertanggungjawaban otoritas Kota Mumbai. Sebab, menurut dia, salah seorang pemilik bungalow pada Februari 2017 telah meminta agar pohon kelapa itu ditebang.
" Pemilik bungalow, Avinash Pol telah protes ke otoritas kota Mumbai agar pohon kelapa itu ditebang. Tapi, pegawai dari otoritas kota Mumbai mengatakan pohon kelapa itu tak perlu ditebang," kata Rajat.
Sepanjang 10 Juni hingga 21 Juli, otoritas kota Mumbai sebetulnya telah menerima 1.250 keluhan pohon tumbang. Tetapi, rupanya keluhan semacam itu tak diperhatikan oleh pejabat setempat.
Dream - Seorang pemetik kelapa umumnya sudah sangat lihai dalam " menaklukkan" tingginya pohon. Jika sudah naik, tentu mereka bisa turun.
Tapi tidak dengan pemetik kelapa yang satu ini. Ruswanto bisa memanjat pohon kelapa, tetapi harus tinggal di atas.
Entah apa yang terjadi pada Ruswanto hingga tiba-tiba ia tak berani turun dari pohon kelapa yang telah dipanjatnya. Peristiwa menegangkan ini terjadi di Pasinggangan, Banyumas, Jawa Tengah.
Ruswanto selama ini memang sudah rutin memanjat pohon untuk memetik kelapa. Tetapi, entah mengapa pada Senin, 17 Juli 2017 lalu, tepatnya pukul 16.30 WIB, pria berusia 60 tahun itu tiba-tiba ketakutan untuk turun lagi ke bawah dari pohon kelapa setinggi 10 meter.
Ruswanto pun terpaksa bertahan di pucuk pohon kelapa sampai waktu Maghrib tiba. Hingga akhirnya anak Ruswanto, Rofik, 20 tahun, mengetahui keberadaan sang ayah yang sedang ketakutan di atas pohon kelapa.
Dream - Rofik pun meminta bantuan pada warga sekitar. " Saksi (Rofik), kemudian meminta tolong lagi ke warga sekitar untuk mengamankan Ruswanto dengan menggunakan sarung dan tali dadung lalu dikaitkan lagi di pohon kelapa," tulis laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, dikutip Rabu,19 Juli 2017.
Setelah itu, baru kemudian warga melaporkan kasus itu ke BPBD setempat. Tepat pukul 20.55 WIB, Ruswanto akhirnya bisa dievakuasi dari atas pohon kelapa.
" Dievakuasi menggunakan teknik vertical rescue."
Berikut detik-detik menegangkan proses evakuasi Ruswanto dari atas pohon kelapa:
Sutopo Purwo Nugroho ?@Sutopo_PNMenurut anda apakah wajar orang suka naik tapi tidak mau turun? Kisah penderes kelapa yang takut turun dan dievakuasi BPBD Banyumas.
42 Twitter Ads info and privacy
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya