Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gadis Jatuh Dan Kemudian Meninggal Di Toko Aksesori Ponsel. (Foto: Berita Harian)
Dream - Sebuah video menunjukkan detik-detik seorang gadis jatuh di toko aksesoris ponsel lalu meninggal tengah viral di dunia maya. Banyak yang menduga gadis itu telah terjangkit virus corona.
Netizen mungkin membandingkan video tersebut dengan rekaman orang-orang yang berjatuhan di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China yang jadi pusat penyebaran wabah virus corona.
Akibat pemberitaan itu, keluarga gadis tersebut tidak terima. Sang ayah menyatakan berita seputar video itu adalah hoaks dan meminta dihapus.
" Anak saya meninggal bukan karena virus corona. Itu tidak betul. Saya sekeluarga kesal dengan tindakan pihak-pihak yang menyebarkan berita tanpa melakukan konfirmasi," ujar pria itu.
Cerita ini berawal ketika gadis yang dikenal sebagai Nur Izzah Izzati itu pulang dari acara pertunangan di Taman Seri Kapar, Sungai Pinang, Selangor, Malaysia.
Saat pulang, gadis 20 tahun itu mengajak ayahnya, Norazlan Mokhri, singgah di toko aksesori tempatnya bekerja di Seksyen 13, Shah Alam.
" Setelah acara selesai, dia mengajak saya ke tempat kerjanya untuk membeli aksesori ponsel," kata Norazlan.
Sementara ayahnya menunggu di mobil, Izzah masuk ke toko. Dia memilih aksesori ponsel yang ingin dibelinya.
Entah bagaimana awalnya, gadis tersebut tiba-tiba jatuh ke lantai dan pingsan. Salah satu teman Izzah keluar untuk memberitahu Norazlan.
Norazlan sempat memeriksa nadi Izzah. Dia lalu melarikan Izzah ke rumah sakit yang kebetulan berada di depan toko aksesori tersebut.
Sayangnya, nyawa Izzah tidak tertolong meski dokter sudah memberikan penanganan yang maksimal.
" Anak yang paling dekat dengan saya, Allah memanggil pulang untuk selamanya. Sebagai seorang ayah, saya ridho," kata Norazlan sambil terisak.
Norazlan kemudian meminta netizen untuk tidak lagi menyebarkan video itu. Dia juga menegaskan putrinya meninggal bukan karena virus corona.
" Jadi, bagi mereka yang tidak tahu apa-apa, berhentilah menyebarkan video yang mengatakan anak saya itu meninggal karena virus corona. Dan jangan membuat tuduhan macam-macam," kata Norazlan.
Norazlan juga berharap mereka yang masih menyimpan atau terlanjur mengunggah video itu untuk segera menghapusnya.
" Seluruh Malaysia tahu video itu. Di Facebook (FB), banyak yang memberi ucapan belasungkawa kepada keluarga kami. Kami berterima kasih namun di saat yang sama berharap bahwa video itu dihapus untuk menghormati almarhumah," pungkas Norazlan.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya