Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tiga pasangan suami istri yang kerap bertukar pasangan saat beraktivitas intim dibekuk Polda Jawa Timur. Kegiatan menyimpang itu rupanya sangat terorganisasir. Dan sudah dilakukan sejak 2013 di berbagai kota Jawa Timur.
" Kasus seperti itu meresahkan. Tindak asusila itu mulai masuk dalam radar kita sejak awal 2016," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera dikutip Dream dari laman JPNN, Selasa 17 April 2018.
Mereka ini tergabung di dalam grup WhatsApp bernama Sparkling. Isinya ada 28 orang pasutri. Si pembuat grup yang juga koordinator komunitas itu, Tri Harso Joko sudah dijadikan tersangka, karena mempermudah perbuatan asusila.
© Dream
Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya broadcast 'kopi darat'. Saat itu, istri tersangka, RL, mengajak anggota untuk nongkrong di Kebun Raya Purwodadi pada 14 April lalu.
Karena tak ada yang merespons, RL dan Harso lantas menuju ke rumah salah seorang anggota grup nyeleneh tersebut.
Dari situ Harso mengunggah pertemuan itu di grup. Tak berselang lama, anggota lainnya datang bergabung.
''Kami memonitor aktivitas mereka dari satu tempat ke tempat lainnya,'' ujar Kasubdit IV Renakta Polda Jatim AKBP Yudhistira Midyahwan.
Para pasutri itu lantas sepakat makan malam sambil mencari penginapan. Aktivitas tak lazim para pasutri tersebut dimulai pada pukul 21.00.
Tepat tengah malam, aktivitas itu akhirnya digerebek polisi. Mereka menyita sejumlah barang bukti, salah satunya ponsel milik tersangka Hasto.
© Dream
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka Harso kerap mengumpulkan para anggotanya dalam suasana informal, pesta kecil-kecilan di tempat karaoke. Dari situlah, dia bisa membangun chemistry para pasutri tersebut.
Yudhistira menceritakan, tersangka menganggap penting acara karaoke itu. Alasannya, untuk dapat melakukan aktivitas intim, mereka diharuskan merelakan pasangan masing-masing.
Aksi asusila secara berkelompok tersebut sudah berlangsung sejak empat tahun lalu.
(Sumber: JPNN)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya