BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Mengunjungi taman rekreasi pastinya akan dipenuhi berbagai pemandangan wahana permainan. Tentunya hal ini sangat bikin penasaran anak-anak untuk menaikinya.
Adelene Leong, gadis kecil berumur 8 tahun datang ke Royal Adelaide Show, Australia, untuk bersenang-senang di taman hiburan tersebut. Sayangnya, yang terjadi malah sesuatu yang sangat fatal.
Di tahun 2014, bocah asal Malaysia itu menaiki salah satu wahana. Saat wahana dinyalakan, ia terlempar dan meninggal dunia.

Rupanya baru terungkap kalau ada standar keamanan yang tak diikuti, yaitu batas minimum ketinggian pengguna. Wahana juga tak dirakit dengan baik.
Adelene Leong menaiki wahana yang disebut Airmaxx 360. Dia terlepas dan terpental ke udara, kepalanya jatuh terlebih dahulu di depan ibunya dan saksi lainnya.

Mengutip informasi daridailystar.co.uk, wahana yang dinaiki Adelene 8 tahun silam adalah yang pertama dari jenisnya yang diimpor ke Australia saat 2013. Tetapi wahana itu tidak menjalani proses pendaftaran desain yang diperlukan.
Wahana itu dibeli oleh Jenny Lee Sullivan dan suaminya Clinton Watkins, senilai USD 1 juta yang dibeli dari uang pinjaman. Mereka pun terlilit hutang karena itu.
Pasangan ini disebut memberlakukan persyaratan tinggi minimum yang tidak sesuai standar yakni 120 cm tanpa pendamping. Padahal Spanyol merekomendasikan 140cm. Sedangkan Adelene mempunyai tinggi 137 cm.
Deputy State Coroner Ian White mengatakan kepada pengadilan pada hari Rabu, 1 Juni 2022, bahwa kematian Adelene dapat dicegah, seandainya operator tidak mengabaikan persyaratan tinggi badan.
" Pemilik sengaja menyembunyikan informasi ini dari semua otoritas terkait untuk tujuan memperluas kelayakan pelanggan untuk naik Airmaxx," katanya.
Fakta lainnya, ketika Adelene menaiki Airmaxx, wahana itu justru beroperasi dengan kekuatan maksimum, tercatat 100 km/jam ketika dia terlempar.
Watkins diketahui merakit sendiri sebagian komponen wahana, dengan beberapa klarifikasi tentang aspek-aspek tertentu dari email manufaktur. Stafnya juga dikatakan tidak terlatih dengan baik.
Diungkap oleh pengacara Ibu Adelene, bahwa ibu yang telah kehilangan anak tercintanya itu merasa hancur atas kejadian yang menimpa mendiang putrinya.
" (Itu) telah membuat hidup saya hampir tidak dapat dijalani sehingga saya harus hidup di dunia paralel di mana saya percaya ini tidak terjadi."

Dua minggu setelah Adelene meninggal, Airmaxx masih tetap beroperasi di Royal Sydney Show, dengan tinggi minimum 120 cm yang masih salah. Sullivan mengklaim “ tidak ada kesalahan atas wahana yang dimainkan maupun operator."
The Director of Public Prosecutions pada tahun 2016 memilih untuk tidak melanjutkan tuntutan pidana atas kematian Adelene. Tetapi Sullivan dan perusahaannya kemudian dihukum pada tahun 2017 karena melanggar undang-undang kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
Sumber: mirror.co.uk
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
