Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jenazah Gadis Di Probolinggo (Foto: Merdeka.com)
Dream - Fenomena seorang gadis yang meninggal lalu hidup kembali di Probolinggo, Jawa Timur, ternyata dapat dijelaskan secara medis. Sebuah ilmu kedokteran dapat menjelaskan fenomena seseorang yang sudah dinyatakan bisa meninggal atau masih hidup.
Dr Edi Suyanto SpF SH MH Kes, Kepala Departemen Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Sutomo FKUA Unair menjelaskan, ilmu yang dimaksud disebut sebagai ilmu Tanatologi. Inti dari ilmu ini adalah mempelajari perubahan-perubahan pada jasad orang yang meninggal.
Dalam Tanatologi dikenal ada tiga sistem yang dapat dijadikan ukuran menyangkut hidup atau matinya seseorang. Ketiga sistem tersebut antara lain, sistem pembuluh darah atau kardiovaskuler, sistem pernapasan dan sistem saraf pusat.
" Tiga sistem itu lah yang menentukan orang dikatakan hidup atau mati. Yakni, berhentinya sistem pembuluh darah, berhentinya sistem pernafasan dan berhentinya sistem saraf pusat," ujarnya saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa 18 Agustus 2020.
Ia menambahkan, selain 3 sistem tersebut, ada tanda lain yang dapat dilihat secara kasat mata. Tanda tersebut adalah, keluarnya lebam pada mayat, terhitung 30 menit ia meninggal. Ia pun mengingatkan, lebam yang dimaksud berbeda dengan memar.
" Orang kalau sudah meninggal tetap itu, dalam waktu 30 menit akan keluar yang namanya lebam mayat. Lebam tersebut timbul setelah sistem pembuluh darah mati, sistem pernafasan mati, dan sistem sarafnya mati," tambahnya.
Ia menyebut, letak lebam yang terjadi pada mayat ini memiliki letak yang dapat dipastikan, karena pengaruh gravitasi bumi. Ia mencontohkan, mayat dengan posisi tengkurap, maka akan ada lebam di area perut, demikian juga jika terlentang, maka lebam ada di area punggung atau yang paling dekat dengan tanah. Sedangkan memar, letaknya bisa ada dimana-mana.
" Kalau warnanya bisa mirip, biru kehitam-hitaman," tandasnya.
Terkait dengan fenomena yang terjadi di Probolinggo, ia menyebut dirinya sudah sering mengajarkan ilmu pada para tenaga kesehatan terkait dengan tanda-tanda orang bisa dikatakan mati tetap. Sehingga, ia cukup menyesalkan jika kejadian di Probolinggo tersebut tidak diantisipasi oleh tenaga kesehatan setempat.
" Kalau belum 30 menit memang tidak bisa (keluar tanda lebam), harus lebih dari 30 menit. Kalau kurang 30 menit, itu memang harus punya keahlian khusus, atau pakai stetoskop. Atau pakai reflek matanya, pupilnya melebar atau tidak. Itu tenaga kesehatan semua harus bisa. Kalau gak tahu yok opo iso mengetahui pasiennya mati atau tidak," tegasnya.
Ia juga menjelaskan terkait dengan kondisi mati suri. Mati suri disebutnya bisa berupa fenomena yang bisa dibuat, seperti yang terjadi pada orang-orang yang ada di ICU, dengan bantuan respirator. Namun, mati suri jika dibiarkan akan dapat menjadi mati tetap.
Terkait dengan fenomena di Probolinggo, dirinya tidak dapat banyak memberikan banyak komentar karena tidak melakukan pemeriksaan sendiri. Namun ia memastikan ada beberapa hal seperti yang diuraikannya diatas yang dapat dijadikan indikator atau ukuran.
Sebelumnya, seorang gadis berumur 12 tahun bernama Siti Masfufah Wardah, di Probolinggo dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr Mochammad Saleh. Namun, Ia sempat hidup lagi dari kematian selama 1 jam, lalu meninggal lagi.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya