Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ana Ballesteros Dikubur Hidup-hidup (Foto: Sinarharian.com.my)
Dream - Remaja Kolombia, Ana Ballesteros (18), bersedia dikubur hidup-hidup demi mengobati sakit punggung yang dideritanya akibat disambar petir. Ana ditimbun tanah hingga sebatas leher selama tiga hari di halaman rumahnya.
Pengobatan aneh itu mengharuskan Ana ditanam di dalam lubang besar sebelum ditimbun tanah. Keluarganya percaya, dengan dipendam, Ana mampu mengambil energi akibat sambaran petir yang mengenainya.
Ana tersambar petir ketika berjalan ke sekolahnya baru-baru ini. Dia mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun akibat sambaran itu, dia mengalami sakit punggung dan menyebabkan dia tidak dapat berjalan dengan baik.
© Dream
Untuk memulai sesi terapi, Ana ditimbun tanah selama satu jam setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Ana mengatakan, dokter boleh pintar dalam hal medis, tapi tidak dengan kilat.
" Saya tahu dengan duduk di dalam tanah, saya akan kembali pulih karena ini salah satu cara pengobatan kuno," katanya dikutip Mirror.uk.
Sementara itu, Milena, ibunda Ana, mengatakan, penduduk setempat mengatakan sebelum membawanya ke rumah sakit, lebih baik mencoba menguburnya terlebih dahulu untuk mengeluarkan energi dari petir.
" Saya berdoa semoga dia sembuh. Ana tidak bisa berjalan dengan benar dan mengalami luka bakar di kakinya yang membuatnya merasa sakit. Saya percaya pada Tuhan dan masih belum tahu apakah perawatan yang baru dimulai awal minggu ini akan efektif," ujarnya.
© Dream
Lebih dari itu, salah seorang yang bekerja di sebuah klinik, Walter Gomez, mengakui ada banyak kepercayaan kuno di kalangan masyarakat.
" Tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan seorang pasien yang disambar petir harus ditanam agar pulih dari rasa sakit yang dialami," tambahGomez.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya