Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Penggalian Makam (Foto: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)
Dream - Selama ini orang biasanya akan merasa ngeri dan takut jika dihadapkan dengan sesuatu yang berkaitan kematian. Jangankan menghadapi ajal yang siap lepas dari raga, membicarakan soal kematian saja banyak yang sudah ketakutan.
Namun tidak dengan seorang warga sebuah desa di negara bagian Bihar, India Timur, bernama Manzoor Hassan ini.
Warga Barauli di Distrik Gopalganj ini tak takut menghadapi kematian. Dia bahkan sudah mempersiapkan makam yang akan digunakannya saat sudah meninggal.
Warganet semakin takjub dengan keberanin pria ini menghadapi maut karena Hassan sendiri yang menggali makamnya yang berada tepat di sebelahan kuburan ibunya.
Meski menggali sendiri makamnya, Hassan tetap harus mengeluarkan biaya. Dia mengaku telah menghabiskan 25.000 rupee atau Rp4,9 juta.
Rupanya, Hassan ingin agar makamnya nanti diberi kijing atau penutup makam dari beton. Pantas saja biayanya makamnya mahal.
Hassan kemudian sengaja menggali sendiri makam yang akan ditempatinya untuk memastikan keluarganya bisa memenuhi wasiatnya. Dia ingin jasadnya dikubur bersebelahan dengan ibunya.
" Saya terlalu mencintai ibu. Sangat menyayanginya sehingga ke mana pun saya tidak pernah meninggalkan beliau. Ketika ibu meninggal pada tahun 1999, saya menguburkannya di dekat rumah saya sehingga saya bisa tetap dekat dengannya," jelas Hassan.
Hassan adalah seorang petani di desanya. Dia dikenal warga sebagai sosok petani yang dermawan.
Pria berusia 70 tahun itu telah membangun madrasah, masjid dan sekolah di desanya menggunakan uangnya sendiri.
Tidak sampai di situ saja. Selain pendidikan, para santri di madrasah yang didirikan Hassan juga dapat makan gratis.
Hassan mengaku sudah siap jika dipanggil Allah kapan saja. Dia mengaku tugasnya di dunia sebagai hamba yang beriman sudah selesai.
" Tugas saya di dunia sudah selesai. Sekarang saya siap jika sewaktu-waktu dipanggil oleh Allah," katanya kepada Gulf News.
Sekarang, hari-hari Hassan banyak diisi dengan beribadah dan merawat calon makamnya.
Tingkah Hassan menggali sendiri makamnya dianggap sebagai hal yang aneh dan tidak wajar oleh warga.
Seorang guru bernama HR Ahmad mengomentari aksi Hassan yang dirasa sebagai tindakan tidak masuk akal.
" Ini benar-benar aneh. Di saat yang lainnya ingin hidup panjang dengan berobat ke luar negeri, dia malah menggali kuburannya sendiri," katanya.
(Sah, Sumber: Gulf News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam