Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lac De Gafsa, Tunisia (http://www.amusingplanet.com/)
Dream - Cerita berawal saat Agustus 2014 lalu, seorang pemuda bernama Mehdi Bilel dalam perjalanan pulang setelah menghadiri pernikahan kerabatnya di utara Tunisia.
Lalu tiba-tiba ia melihat sebuah danau besar berkilauan di bawah terik matahari, di tengah-tengah gurun yang kering, sekitar 25 km dari kota Gafsa.
Mehdi Bilel mendadak tertegun sebab danau itu tidak ada beberapa hari yang lalu. Pada awalnya ia pikir dirinya hanya berhalusinasi. Namun ternyata danau tersebut benar-benar ada.
Sejak saat itu berita mengenai danau misterius itu menyebar sangat cepat dan ratusan orang dari berbagai wilayah di Tunisia berbondong-bondong datang ke tempat yang kini dikenal sebagai 'Lac de Gafsa' itu.
Lac de Gafsa bak oase di tengah teriknya gurun pasir di kawasan itu yang suhunya bisa mencapai 40 derajat celcius.
Hingga kini asal pembentukan danau ini masih belum diketahui secara pasti. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa telah terjadi gempa kecil di bawah perut bumi yang menyebabkan pecahnya bebatuan di sana hingga mengalirkan jutaan meter kubik air ke permukaan.
Danau Lac de Gafsa terhampar luas dengan kedalaman 10 sampai 18 meter. Sejak kemunculannya, danau misterius ini menjadi daya tarik utama daerah tersebut.
Namun dikabarkan, saat ini masyarakat dilarang berenang di sini lantaran air danau yang disinyalir terkontaminasi zat fosfat.
Senyawa fosfat merupakan zat kimia yang biasa digunakan untuk memproduksi pupuk, pestisida, deterjen dan sejenisnya.
Tanda bahwa Lac de Gafsa telah terkontaminasi antara lain dapat dilihat dari warna air yang berubah. Air danau ini berubah dari biru kristal mejadi hijau keruh akibat pengaruh ganggang. Keberadaan ganggang mengisyaratkan bahwa air di sini tidak mengalir atau bersirkulasi. Dengan demikian kemungkinan besar dipenuhi bakteri dan penyakit.
Karena ini pula, sekitar dua minggu lalu, Kantor Keamanan Publik di Gafsa memperingatkan pengunjung bahwa danau tersebut berbahaya untuk berenang. Namun tampaknya peringatan tersebut tak terlalu dihiraukan. Buktinya masih banyak orang yang sengaja datang ke tempat ini untuk berenang.
(Ism, Sumber: Amusing Planet)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya