Ini Beda Haji dan Umroh

Reporter : Siwi Nur Wakhidah
Kamis, 25 Juli 2019 14:50
Ini Beda Haji dan Umroh
Sama-sama ibadah di Mekkah, ada perbedaan antara haji dan umroh yang harus diketahui.

Dream - Haji dan umroh, ibadah umat Islam yang sama-sama dilakukan di Tanah Suci, Mekah. Ibadah haji masuk dalam rukun iman ke lima dalam ajaran Islam, namun ibadah umroh tidak.

Selain perbedaan yang paling mendasar itu, masih ada perbedaan lain yang harus diketahui oleh seluruh umat Islam.

Setiap umat Islam pasti ingin berkunjung ke Tanah Suci dan melaksanakan salah satu dari dua ibadah tersebut. Umat Islam memercayai ibadah haji merupakan penyempurna rukun Islam sebelumnya, yaitu syahadat, sholat, puasa, dan zakat.

Umroh juga termasuk dalam ibadah umat Islam, namun memiliki perbedaan dengan haji, mulai dari pemaknaan, pelaksanaan, hingga ke rukun dan kewajibannya.

Di musim haji seperti saat ini, penting sekali pengetahuan dasar untuk membedakan haji dan umroh, supaya kita bisa memaknainya dengan baik. Berikut 5 perbedaan haji dan umroh.

1 dari 5 halaman

Pemaknaan Haji dan Umroh

Nahdathul Ulama Indonesia, melalui website resmi mereka menuliskan bahwa istilah haji secara harfiah berarti menyengaja atau sengaja melakukan sesuatu. Selain itu, haji juga dimaknakan sebagai suatu kesengajaan menuju Kabah untuk melaksanakan ibadah tertentu.

Haji yang merupakan ibadah yang sudah disyariatkan oleh para nabi terdahulu, seperti riwayat Nabi Adam yang pernah melaksanakan haji dari India sebanyak 40 kali dengan berjalan kaki, dan haji para nabi lainnya.

Sedangkan umroh secara harfiah diartikan sebagai ziarah ke tempat ramai atau berpenghuni, namun di sisi lain juga memiliki pemaknaan yang hampir sama dengan haji, sengaja mengunjungi Kabah untuk melaksanakan ibadah tertentu.

Untuk lebih jelas membedakan haji dan umroh, berikut penjelasan lengkapnya mengenai hukum hingga kewajiban haji dan umroh.

2 dari 5 halaman

Hukum Haji dan Umroh

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa haji merupakan rukun Islam ke lima dan wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang memenuhi syarat wajib untuk berhaji. Kewajiban berhaji ini  berdasarkan pada firman Allah SWT pada QS Ali Imran ayat 98.

Nahdathul Ulama Indonesia menyebutkan bahwa hukum haji ialah wajib dan tergolong dalam persoalan hukum yang telah disepakati dan diketahui oleh semua kalangan. Bagi orang mengingkari, bahkan menghindari haji, padahal ia tahu ia sudah memenuhi syarat berhaji, maka ia berdosa. Kecuali bagi orang yang awam dan tidak mengetahui informasi keagamaan.

Sedangkan hukum untuk ibadah umroh masih menjadi perdebatan di antara para ulama. Dari ayat QS Al-Baqarah 196, umat Islam diperintahkan untuk menyempurnakan ibadah haji dan umroh untuk Allah. Dan, ada banyak hadist yang menjelaskan tentang hukum ibadah umroh, ada yang menyamakan hukumnya dengan haji, dan ada pula yang menyebut hukum umroh adalah Sunnah.

3 dari 5 halaman

Rukun Haji dan Umroh

Rukun dalam setiap ibadah menjadi penentu keabsahaan ibadah yang dilakukan, begitu pula dengan ibadah haji dan umroh. Rukun dalam ibadah haji dan umroh bersifat batal bila tidak dilakukan dan tidak bisa diganti dengan denda.

Rukun haji ada lima, yaitu niat ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Seluruh rukun ini harus dilakukan untuk memenuhi keabsahan ibadah haji yang dilakukan. Dan, apabila tidak bisa melaksanakan seluruh rukun haji ini, bisa dikatakan ibadah hajinya bernilai kurang.

Sedangkan untuk rukun umroh, berbeda dengan rukun ibadah haji, yaitu niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Yang menjadi pembeda antara haji dan umroh ialah ibadah wuquf di Padang Arafah yang hanya dilaksanakan oleh Jemaah haji saja. Dan tidak dilakukan oleh jamaah umroh.

Wuquf di Padang Arafah menjadi kewajiban, yang hampir bertepatan dengan Hari Raya Idhul Adha, di mana umat Islam yang tidak berhaji, disunnahkan untuk berpuasa untuk menyambut hari raya ini.

4 dari 5 halaman

Waktu Pelaksanaan

Perbedaan haji dan umroh selanjutnya ialah soal waktu pelaksanaan. Seperti yang kita tahu, ibadah haji dilaksanakan setiap satu tahun sekali dan selalu dalam jumlah Jemaah yang banyak, hingga jutaan orang dari seluruh penjuru dunia.

Waktu pelaksaan ibadah haji lebih sempit dibandingkan dengan waktu pelaksaan ibadah umroh. Waktu pelaksanaan haji terbatas hanya rentang waktu mulai dari awal bulan Syawal sampai Hari Raya Idhul Adha di bulan Dzulhijjah.

Sedangkan ibadah umroh bisa dilaksanakan kapan saja, tanpa ada batasan rentang waktu seperti ibadah haji.

5 dari 5 halaman

Kewajiban Haji dan Umroh

Perbedaan haji dan umroh yang terakhir ialah soal kewajiban yang harus dilakukan saat menjalankan ibadah ini. Kewajiban haji dan umroh, ialah menjalankan serangkaian ritual manasik, yang apabila ditinggalkan tidak dapat membatalkan ibadah, namun wajib diganti dengan denda.

Kewajiban haji ada lima, yaitu niat ihram dari miqat, batas area yang telah ditentukan sesuai dengan asal wilayah Jemaah, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ atau perpisahan, dan melempar jumrah.

Sedangkan kewajiban umroh hanya ada dua, yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Jumlah kewajiban yang lebih sedikit, membuat umroh lebih cepat usai dibandingkan ibadah haji.

Kedua ibadah ini memiliki keistimewaan tersendiri apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan hati yang bersih. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk melaksanakan dua ibadah ini, ya Sahabat Dream.

Sumber: Nahdathul Ulama Indonesia dan Islamic Help

Beri Komentar