8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Dokumentasi Kementerian Agama
DREAM.CO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara istighasah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025 malam. Acara bertema 'Doa Santri Untuk Negeri' itu diselenggarakan menyambut Hari Santri Nasional 2025.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, ada ribuan santri dari berbagai pesantren di Indonesia yang hadir di acara tersebut. Keterbatasan kapasitas masjid membuat banyak santri tak bisa mengikuti kegiatan tersebut.
Maka dari itu, pihak Kemenag juga menggelar acaranya secara daring. Kegiatan ini berlangsung untuk bersatu dalam doa bagi keselamatan, kemajuan, serta keberkahan bangsa Indonesia.
Tema yang diangkat 'Doa Santri Untuk Negeri' mengandung pesan mendalam agar seluruh santri Indonesia terus memanjatkan doa demi keselamatan, persatuan, dan kemajuan bangsa.
Melalui doa, santri diharapkan tidak hanya menjadi penuntut ilmu, tetapi juga penjaga spiritual dan moral masyarakat di tengah tantangan zaman.
Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar mengatakan, kekuatan doa santri bukan sekadar ritual, melainkan bentuk kepasrahan dan tanggung jawab spiritual terhadap masa depan bangsa. Doa yang dipanjatkan bersama kala itu merupakan simbol persatuan dan keikhlasan umat.
" Doa santri adalah cahaya yang menuntun negeri ini. Ketika santri berdoa, mereka sejatinya sedang ikut menjaga Indonesia agar tetap damai dan bermartabat," ujar Miftachul Akhyar.
Miftachul mengajak para santri bersyukur atas berkah ilmu dan keimanan. Peran santri bukan sekadar menuntut ilmu agama, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan yang diwariskan para ulama.
" Kita patut bersyukur menjadi bagian dari umat yang memiliki tradisi pesantren. Dari pesantrenlah lahir generasi yang menjaga kesantunan, keikhlasan, dan akhlakul karimah bangsa ini," papar dia.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, para Pejabat Tinggi Kemenag, para kiai, dan tokoh-tokoh agama Islam Nasional. Kegiatan ini juga diikuti serentak oleh ratusan pesantren dari 38 provinsi secara daring.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi