Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Dengan ebrdalih etrdesak kebutuhan ekonomi, seorang ibu di Kota Padang, Sumatera Barat, tega menjual anak kandungnya. Wanita berinisial F, yang berusia 25 tahun, menjual bayi lelakinya segarga Rp3 juta.
Wanita asal Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, itu baru saja melahirkan bayi laki-laki. Karena kebutuhan ekonomi dan tak sanggup membayar persalinan, dia memberikan anaknya tersebut kepada orang lain untuk diadopsi.
Saat ini, suami F memang sedang menjalani masa tahanan karena tersandung kasus narkoba. Bayi itu merupakan hasil hubungan gelap F dengan pria lain, berinisial B, yang kini juga dipenjara.
" Saya tidak tahu lagi kemana harus mengadu. Selama mengandung, saya tinggal bersama saudara saya di Lubeg," kata F, dikutip dari laman Harian Haluan, Kamis 23 Juli 2020.
F meminta saudaranya, yang biasa disapa Mak Etek, mencari orang yang mau mengadopsi putra hasil hubungan gelapnya dengan B dengan syarat bisa membayar biaya persalinan.
Mak Etek pun menemukan orang yang ingin mengadopsi putra F dengan memberikan uang Rp3 juta. " Rp1 juta dibayarkan untuk biaya persalinan dan Rp1,6 juta diberikan kepada saya untuk kebutuhan sehari-hari," tambah F.
Sebelumnya, F telah punya keturunan. Anak paling tua dirawat oleh orang tuanya sedangkan anak lainnya sudah dijual.
" Sedangkan uang lebih dari biaya persalinan tersebut, rencananya mau saya belikan handphone untuk anak yang kini dirawat oleh orang tua," terangnya.
Kapolsek Lubeg, AKP Andi Parningotan Lorena, mengatakan bahwa polisi telah menyelidiki kasus tersebut. Polsek Lubeg berhasil menemukan F dan rekan yang membantu mencarikan pembeli bayi.
" Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya itu. Selain itu, ia mengaku juga telah menjual anaknya sebanyak dua kali," kata Andi.
Polisi juga mendapatkan keterangan bahwa motif penjualan bayi ini adalah faktor ekonomi.
" Untuk motifnya, tersangka menjual bayi karena keterbatasan ekonomi. Selanjutnya, untuk kasus ini telah kami serahkan ke Polresta Padang," terang Andi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya