Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Kejadian menyeramkan terjadi saat banyak negara berupaya mencegah penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19 dengan penguncian atau lockdwon. Kebijakan yang sama saat ini diterapkan Negeri Jiran, Malaysia.
Pergerakan warga Malaysia dibayas. Mereka yang berani melanggar aturan keluar rumah akan mendapat sanksi hukum berat dan denda yang besar.
Perintah Kawalan Pergerakan atau Movement Order Control (MCO) ini sedianya berakhir pada 12 Mei. Kebijakan ini sudah empat kali diperpanjang untuk meredam penyebaran Virus Corona COVID-19.
Siapa sangka di tengah penerapan lockdown, kejadian menyeramkan terjadi di Sabah, Malaysia. Para polisi serta relawan sebuah pos blokade di Sabah dikejutkan dengan suara isak tangis kuntilanak.
Dikutip dari World of Buzz, kejadian ini terjadi di Jalan Tenom-Sipitang, Malaysia. Tiga polisi serta dua relawan dikejutkan dengan suara horor tersebut.
Gangguan ketika Polis & Rela sedang membuat sekatan jalanraya PKP.. SERAM WEH!!! ???????????? #langsuir pic.twitter.com/7TiHUfvTV3
— ??????e•k??h??e??y??a??m??i??r?????? (@Thehulkey)May 1, 2020
Beberapa hari lalu, suara mirip kuntilanak di Sabah, Malaysia, viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sejumlah polisi setempat tengah memutus jalur Tenom Sipitang, Sabah, Malaysia. Namun, tiba-tiba suara wanita menangis terdengar dan membuat para polisi itu terlihat ketakutan.
Kejadian ini terjadi pada jam pukul 22.30 malam. Dikabarkan bahwa suara tersebut adalah isak tangis kuntilanak.
Dalam video yang diunggah oleh pemilik akun Twitter @Thetulkey tampak situasi di sekitar pos pemeriksaan gelap. Petugas menggunakan senter menyorot beberapa lokasi sumber suara.
" Gangguan ketika Polis & Rela sedang membuat sekatan jalanraya PKP.. SERAM WH!!!" cuit akun tersebut.
Terlihat dalam video tersebut para petugas berusaha mencari sumber suara isak tangis wanita tersebut. Bahkan, pria yang mengenakan baju biru gelap terlihat kaget dan ketakutan. Akan tetapi, video yang sempat viral itu disebut merupakan ulah jail dari orang yang tidak bertanggung jawab.
Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata suara horor tersebut hanyalah ulah iseng seseorang. Suara isak tangis tersebut berasal dari video Youtube berjudul Kuntilanak Menangis.
Menurut Kepolisian Distrik Tenom, Wakil Inspektur Hasan Majid mengatakan bahwa suara tersebut hanya ulah iseng seseorang untuk menakuti para petugas.
" Apakah orang tersebut berniat untuk menakuti petugas atau hanya sekedar berbuat iseng, polisi kini telah melakukan penyelidikan," ucap Hasan.
Jika pelaku iseng terbukti bersalah, hukumannya enggak main-main lho. Hukumannya bisa sampai dua tahun penjara.
(Sah, Sumber: Worldofbuzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya