Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Video Pemuda Calon Anggota TNI Yang Menyebut PKI Bukan Musuh Tentara (Foto: Instagram)
Dream - Media sosial sedang ramai membahas video seorang pemuda yang menjalani sebuah tes wawancara. Dalam sesi wawancara. pemuda itu ditanya mengenai Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pemuda itu menjelaskan, PKI merupakan kambing hitam dari pemerintahan Orde baru. Dia menyebut
" PKI bukan PKI. PKI hanya kambing hitam. PKI hanya tangan kanan sebuah militer yang diyakini sekarang Order Baru, Soeharto," kata pemuda tersebut.
Pemuda yang tak disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa PKI digunakan Soeharto untuk mendapatkan kekuasaan.
Saat ditanyai mengenai kedudukan TNI dan PKI, pemuda tersebut menyebut bahwa partai terlarang itu bukanlah musuh tentara.
" Bukan musuh tentara?"
" Sama sekali bukan," jawab pemuda tersebut.

Video itu beredar di Twitter dan diunggah ulang akun dengan 972 ribu pengikut, @makassar_iinfo. Tak jelas siapa nama pemuda yang diwawancara itu dan lokasinya.
Di kolom komentar, pendapat warganet terbelah. Ada yang mendukung pernyataan pemuda tersebut karena berdasarkan sejarah. Tapi, ada pula yang tak menyetujui pendapat dari pemuda tersebut.
" Itulah pendapat mah bebas. Saya takut anak ini dari masa lalu atau dia sosok di masa lalu yang terlahir kembali," kata seorang warganet.
" Perbanyak membaca gaes," tulis warganet yang lainnya.
" PKI bukan musuh tentara kata remaja itu. Tapi, presiden mengatakan PKI itu musuh kita bersama," kata yang lain.
" Sejarah ditulis oleh pemenang," ujar yang lainnya.
Dream - Admin akun Instagram SR23, diketahui beridentitas Jundi, ditangkap polisi. Dia ditetapkan sebagai tersangka penyebaran unggahan meme dan foto yang menyebut Presiden Joko Widodo sebagai kader PKI.
" Ada yang menghinda Presiden, gambar Presiden PKI salah satunya di akun SR23. Juga ada beberapa gambar konten yang disebarkan," ujar Kasubdit I Dittipid Siber Mabes Polri, Kombes Dani Kustoni, dikutip dari Liputan6.com.
Dani mengatakan akun SR23 memiliki sekitar 100 ribu follower. Akun tersebut sudah diblokir, tetapi Jundi malah membuat banyak akun baru.
Beberapa akun yang sempat terlacak seperti suararakyat23, suararakya123id, suararakyat23.ind, sr23.offlcial, sr23offlcial, sr23_offlcial, suararakyat23_ind, dan scrt_dta. Khusus untuk sr23_offIcial, kata Dani, telah memiliki 69 ribu follower dan pertama kali membuat unggahan pada 1 Maret 2018.
" Sampai tanggal 12 Oktober 2018 telah posting sebanyak 1186 kali atau setidaknya 5 konten yang dipostingnya setiap hari," kata Dani.
Jundi diketahui aktif menyebar konten negatif sejak akhir 2016. Pelaku membuat unggahan dengan materi yang diedit sendiri.
" Ada 143 file baik itu foto atau pun stempel menggunaan SR23. Yang bersangkutan membuat meme dan gambar editing sendiri," kata Dani.
Menurut dia, Jundi melakukan perbuatan atas inisiatif sendiri dan tanpa perintah dari pihak manapun. Meski demikian, polisi masih mendalami kasus tersebut.
" Ada beberapa kepentingan terbatas pada kehidupan ekonomi yang bersangkutan. Salah satu contoh untuk mengisi pulsa atau ada permintaan mendukung mengisi," kata Dani.
Jundi meminta maaf atas perbuatan yang telah dia lakukan. Permintaan maaf itu dia tujukan kepada keluarga, masyarakat Indonesia, serta kepada Polri.
" Saya juga memohon ampun kepada Allah, Tuhan saya atas postingan di akun Instagram saya," kata Jundi.
Tetapi, dia tidak menyebut Jokowi sebagai pihak yang dimintai maaf. Sebab, dia merasa tidak mengedit sendiri unggahan Jokowi PKI.
" Itu bukan saya yang edit. Itu ada di Instagram terus saya share sendiri," kata dia.
Selanjutnya, Jundi mengatakan perbuatannya menyebar unggahan bernada kebencian sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Dia mengaku diri sebagai orang awam yang tidak tahu perbuatannya dapat dikenai sanksi pidana.
" Waktu itu saya jarang lihat berita penangkapan itu (pelaku hatespeech). Saya pikir aman-aman saja," kata Jundi.
Lebih lanjut, Jundi mengakui kurang menyukai kebijakan Jokowi yang memberatkan rakyat. Hal itulah yang menjadi alasan dia menyebarkan meme hoaks.
" Awalnya dari kasus Ahok, karena menista agama. Awalnya untuk melawan Ahok. Kenapa Pak Jokowi (ikut jadi konten), karena nggak suka sama kebijakannya. Banyak barang-barang yang dinaikkan (harganya) tapi tidak diumumkan," ucap dia.
Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra
Dream - Para pengguna media sosial dibuat heboh dengan beredarnya foto mirip anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Terdapat beberapa remaja yang dalam foto itu tengah memegang bendera lambang PKI.
Salah satu dari remaja itu disebut-sebut mirip Kaesang. Posisinya ada di paling kanan.
Foto itu mulanya diunggah akun Hengky Sanjaya di halaman grup Facebook Forum PRIBUMI LINTAS AGAMA Menjaga Keutuhan NKRI. Unggahan itu diunggah kembali di Twitter oleh akun @pacarkuyoonsu.
" @kaesangp monggo mas Kaesang waktu dan tempat saya persilahkan," tulis pemilik akun @pacarkuyoonsu.
@kaesangp monggo mas Kaesang waktu dan tempat saya persilahkan pic.twitter.com/OH7iaGbUVP
— lyss (@pacarkuyoonsu)6 November 2018
Cuitan tersebut ternyata juga dibaca oleh Kaesang. Tetapi, Kaesang tak mau menanggapinya. Anak bungsu Presiden Joko Widodo ini lebih memilih promosi usahanya.
" Trus saya harus klarifikasi gitu? Mending jualan pisang," tulis Kaesang.
Trus saya harus klarifikasi gitu ? Mending jualan pisang. https://t.co/7cWg3wUEYm
— Kaesang Pangarep (@kaesangp)6 November 2018
Cuitan Kaesang juga mendapat tanggapan dari sang kakak, Gibran Rakabuming Raka. Tanggapan tersebut cukup kocak.
" Minimal tes dna lah," tulis Gibran.
Minimal tes dna lah https://t.co/WY2lpuKuuz
— CHILLI PARI CATERING (@Chilli_Pari)6 November 2018
Sejumlah netizen turut memberikan komentar atas pernyataan Kaesang. Sebagian besar komentar tersebut mengocok perut.
" Adzab penjual pisang goreng sombong, dituduh PKI," tulis akun @VaspotMbelink.
" Emang dia siapa kok disuruh klarifikasi? Kaya orang penting aja," tulis akun @1234yahuud.
" Mungkin ini karna mukanya mas Kaesang abu abu..Jadi fia bingung juga.. Kemaren gw nnton Infotemen.. ngeliat dia...gw kira Mas Gibran eeh taunya Kaesang.. Lagian ngapain Foto pake hape Buriq bgtu.. DSLR doong..," tulis akun @supermellone_.
Dream - Anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep pernah memiliki pengalaman yang membuatnya 'sakit hati' saat berada di bandara Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kaesang mengaku sakit hati karena tindakan yang dilakukan penumpang dan seorang pramugari kepadanya.
Hal itu terlihat dari cuitan di akun twitter pribadinya, @kaesangp. Dalam cuitan itu, Kaesang membagikan pengalaman uniknya.
Seperti diketahui, kedua anak laki-laki Jokowi memiliki usaha kulinernya sendiri-sendiri.
Kaesang dengan kuliner olahan pisang, Sang Pisang. Sedangkan Gibran memiliki Martabak kekinian, Markobar.
Namun, seperti yang tertulis di cuitannya pada Senin 29 Oktober 2018, ada seorang ibu yang salah meneriaki nama usaha kulinernya.
Ibu itu mengira Kaesang sebagai pemilik dari Markobar.
" Tadi di bandara Balikpapan, ada ibu-ibu teriak, " EHH ITU YANG PUNYA MARKOBAR" . SAYA KAN SAKIT HATI" Tulis Kaesang.
Tadi di bandara Balikpapan, ada ibu-ibu teriak, " EHH ITU YANG PUNYA MARKOBAR" . SAYA KAN SAKIT HATI
— Kaesang Pangarep (@kaesangp)October 29, 2018
Tak hanya itu, ada seorang pramugari juga membuat Kaesang merasa tak enak hati.
Bukan menyebut brand usahanya lagi, pramugari tersebut memanggil Kaesang dengan nama kakaknya yakni Gibran.
" SETELAH KEJADIAN INI, PAS MASUK PESAWAT DISAPA PRAMUGARINYA, " SELAMAT SIANG MAS GIBRAN" . SAYA KAN SAKIT HATI" Tulis Kaesang.
SETELAH KEJADIAN INI, PAS MASUK PESAWAT DISAPA PRAMUGARINYA, " SELAMAT SIANG MAS GIBRAN" . SAYA KAN SAKIT HATI https://t.co/05udclDHyP
— Kaesang Pangarep (@kaesangp)October 29, 2018
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya