6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: Shanghaiist)
Dream - Sudah banyak orang yang bilang bahwa mereka akan melakukan apapun untuk orang tercinta. Tapi berapa banyak yang berani berjalan kaki puluhan kilometer dalam cuaca yang sangat dingin demi membelikan pasangan selembar pakaian yang bagus?
Itulah yang baru saja dilakukan seorang Zhao Fangzi, pria asal Henan, China, yang bekerja sebagai pekerja migran di Shanghai. Menurut laman Shanghaiist, pria 60 tahun itu berjalan kaki sejauh 40 kilometer ke rumahnya pada hari Jumat, 26 Januari lalu.
Awalnya Fangzi mendengar kabar kalau terminal bus tidak beroperasi karena sedang turun badai salju. Meski begitu, alih-alih menyewa taksi atau menginap di hotel sambil menunggu badai salju reda, Fangzi memilih untuk menembus cuaca yang sangat dingin itu untuk sampai ke rumahnya.
Hal itu dia lakukan agar uangnya yang tersisa 200 yuan, setara Rp423 ribu, bisa digunakan untuk membelikan hadiah baju untuk dipakai istrinya di hari raya Imlek.
© Dream
Meski membawa barang bawaan yang berat, Fangzi mengaku justru dia tidak merasa kedinginan saat berjalan kaki menembus hujan salju yang lebat. " Semakin banyak Anda berjalan, Anda akan semakin hangat," katanya.
Pekerja konstruksi ini mendapat bayaran 2.000 yuan, setara Rp4,2 juta sebulan. Karena itu, kata Fangzi, jika tidak menyisihkan uang dia tidak akan bisa membelikan baju untuk istrinya.
Dia juga menyebutkan bahwa majikannya punya utang 10.000 yuan, setara Rp21 juta. Namun majikannya berjanji akan membayarnya setelah hari raya Imlek.
Fangzi mengaku mungkin mudiknya kali ini adalah untuk yang terakhir kalinya. Sebab dia sudah memutuskan untuk pensiun.
" Saya tidak akan kembali ke Shanghai. Saya sudah berusia 60 tahun, dan ini waktunya untuk pensiun," katanya.
© Dream
Cerita menyentuh Fangzi langsung menarik perhatian warganet lokal dalam kurun waktu yang singkat.
Banyak yang mengatakan cinta Fangzi untuk istrinya adalah contoh cinta dalam bentuknya yang paling murni.
Tidak itu saja, Fangzi membuktikan kepada dunia bahwa cinta sejati itu membutuhkan perjuangan untuk pasangannya.
" Hidup memang tidak pernah mudah, semoga Anda selamat di rumah," tulis seorang warganet.
Sedangkan yang lainnya menulis, " Dia berjalan sejauh 40 kilometer hanya untuk membeli pakaian baru untuk istrinya - itulah cinta termanis di dunia."
(Sumber: worldofbuzz.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
