Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sebagai umat muslim tentu kita semua ingin datang dan singgah di Baitullah, Mekkah Al Mukarramah. Hampir 20 tahun Asep beserta istri berjuang mengumpulkan dana agar dapat mendatangi Tanah Suci. Asep Sudrajat merupakan warga Bandung yang memiliki tekad kuat untuk dapat memanjatkan doa dan beribadah didepan Kabah.
Selama 20 tahun Asep menjalankan bisnis kecil-kecilannya yakni sebuah toko klontong yang berukuran 3 x 4 meter di pinggiran kota Bandung. Terkumpul sudah dana untuk berangkat haji berjumlah Rp.50.830.000. Sementara biaya haji pada saat itu berkisar kurang lebih
Rp.27 juta per orang.
Namun saat niat dan segala persiapan telah siap, cobaan menimpa salah keorang kerabat Asep. Kang Endin merupakan sahabat karibnya dirawat di RS. Dr. Hasan Sadikin, Bandung. Ia divonis terkena tumor tulang yang sangat jarang dialami orang Indonesia.
Asep tahu betul kondisi ekonomi Kang Endin. Hari demi hari Kang Endin lewati di kamar rumah sakit yang nampak tak nyaman. Namun apa daya tak ada yang bisa dilakukan pihak keluarga untuk memberikan fasilitas yang lebih baik dari semua itu.
Di hari kesebelas, tim dokter menyatakan bahwa Kang Endin harus segera menjalani operasi yang membutuhkan dana sebesar Rp 50 juta.
Sebagai sahabat tentu hati Asep dilanda kekhawatiran teramat mendalam. Di samping ranjang Kang Endin, Asep memutuskan untuk memberikan uang untuk berangkat haji miliknya demi kesembuhan Kang Endin.
Sesampainya di rumah, Asep membicarakan niat itu pada sang istri. Mulanya istri Asep menolak keinginan mulia Asep karena uang itu telah mereka kumpulkan dengan susah payah.
Namun akhirnya keduanya ikhlas memberikan uang demi kesembuhan Kang Endin. Pihak keluarga pun segera mengurus segala keperluan operasi.
Salah satu dokter yang mengetahui hal tersebut, sontak terharu saat mendengar keikhlasan Asep memberikan uang miliknya demi sahabat.
Ketika petang menyambut malam, dokter yang merawat kang Endin datang menemui Asep. Sungguh maha besar Allah, keikhlasan dan ketulusan Asep terbayar sudah saat dokter memintanya ikut berangkat haji bersama istri.
Asep dan istri pun berangkat haji. Agaknya, Allah senantiasa membalas segala perbuatan yang dilakukan manusia dengan nilai yang setimpal.
Penasaran dengan kisah Asep? Simak kisah selengkapnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya