Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Garis Polisi (Shutterstock.com)
Dream - Malam lebaran biasa dihiasi dengan suka-cita, penuh kebersamaan dan kemenangan. Namun tidak bagi kakak beradik di Garut, Jawa Barat, ini. Mereka justru berduel hingga berujung maut.
Kaka beradik itu adalah QA (27) dan W (21). Mereka warga Perumahan Suci Permai, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat. QA menusuk W pada malam lebaran, Sabtu 23 Mei 2020 hingga tewas.
QA nekat menghabisi W karena emosi setelah adik kandungnya itu menghina ibu mereka dengan kata-kata kotor. Selain menghina ibu kandung, W menantang QA untuk berduel.
Tak bisa dielakkan. Duel pun terjadi. W sang pemilik tato di dada pun tersungkur. Dia tak bisa diselamatkan. Meninggal dalam perjalanan saat dibawa ke rumah sakit.
Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mapaseng, mengatakan, perkelahian kakak adik ini terjadi di rumah mereka,i Perumahan Suci Permai, Karangpawitan.
Saat perkelahian itu, QA mengeluarkan pisau dan menusukan ke tubuh W hingga mengenai bagian jantung.
“ Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong karena pisau mengenai jantung korban,” ujar Maradona.
Setelah kejadian itu, polisi langsung mengamankan QA yang kala itu masih berada di rumahnya.
“ Korban dan pelaku ini masih saudara. Korban meninggal dunia, sementara pelaku sudah kita amankan,” katanya.
Kepada polisi, QA mengaku membunuh W karena kesan sang adik menghina ibu kandungnya dengan kata-kata kotor.
“ Korban menghina ibunya. Pelaku emosi sampai menusukkan pisau ke bagian dada. Korban ditusuk satu kali, tapi di bagian dada. Lukanya cukup dalam sehingga korban tak bisa diselamatkan,” katanya.
Sumber: PojokSatu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya