Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/Foto:http://rizkaarifin.blogspot.com/
Dream - Tren hijab di kalangan muda maupun tua kini semakin marak diperbincangkan. Busana muslim yang dulu terkesan tua kini justru menjadi tren bagi sejumlah kalangan muda. Mulai dari paduan warna hingga desain simpel nan elegan menjadi pilihan sejumlah hijabers.
Namun sayang adanya beberapa hijabers yang mengenakan busana muslim tak sesuai dengan syariat Islam. Alih-alih kreativitas sendiri, para hijabers itu justru mencoreng nilai hijab itu sendiri. Berikut ini merupakan hijab yang tak seharusnya dikenakan muslimah:
1. Jilbab dengan bahan tipis bahkan transparan
2. Jilbab ketat atau membentuk bagian tubuh.
3. Jilbab yang menyerupai pakaian lelaki atau gaya tomboi
4. Jilbab yang menyerupai wanita kafir, misalnya saja bagian tubuh seperti paha masih terlihat.
Ingin tahu penjelasannya lebih lanjut? Yuk selengkapnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Tips Berhijab ala Hanna Anindhita Yuk! Bikin Hijab Ceria Mahkota Bunga Nova Wijaya: Jilbab, Kewajiban atau `Fashion`? Julies: Dress Panjang, Simpel nan-Elegan Bloger Hijaber: Gaya Busana Mencerminkan Pribadi
© Dream
Dream - Banyaknya muslimah yang bebas berkreasi dalam berhijab tanpa memperhatikan kesyar’ian. Sampai akhirnya mendapatkan padangan negatif dan dilabeli Jilboobs.
Jilboobs diartikan sebagai jilbab boobs (berjilbab tapi bagian dada tetap terlihat), karena busana atau hijab yang dikenakan terlalu ketat atau membentuk lekuk tubuh.
Mungkin di luar sana masih banyak muslimah yang acuh terhadap gaya berbusana jilboobs. Maka agar penampilanmu tidak ikut-ikutan atau disebut seperti jilboobs, sebaiknya ikuti tips berikut dari rumah mode Zoya;
Kenali bentuk tubuhmu
Hal pertama yang harus dilakukan adalah kenali terlebih dahulu bentuk tubuhmu. Jika kamu termasuk yang bertubuh cukup gemuk dengan bagian dada cukup besar, gunakan busana yang agak longgar.
Atasan batwing, oversized blouse, oversized cardigan, dapat menjadi pilihan yang tetap ingin tampil stylish. Selain itu, sweater juga bisa menjadi pilihan ketika berpergian.
Ini juga berlaku untuk yang bertubuh kurus maupun langsing, bukan berarti kamu merasa tidak gemuk lantas bisa dengan bebas mengenakan busana ketat. Tetaplah gunakan busana sopan dan perhatikan apakah bagian penting tubuhmu terlihat mencolok.
Gunakan hijab panjang dan syar’i
Syarat penting berhijab adalah menjulurkan hijab hingga menutupi dada, untuk itu gunakanlah hijab panjang seperti pashmina atau selendang. Kerudung segiempat pun tetap bisa digunakan asal masih tetap menutupi dada.
Tambahkan syal
Jika bagian dada masih terlihat juga, tambahkan syal sebagai variasi dalam berhijabmu. Tidak punya syal? Jadikan selendangmu sebagai syal. Selain lebih syar’i, gayamu juga akan terlihat lebih fashionable.
© Dream
Dream - Tren busana muslimah kian berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Variasinya pun semakin trendi, mulai dari gaya dan model jilbab, serta aksesori pelengkap.
Namun seiring perkembangannya, beberapa bentuk dan cara berjilbab itu menuai kontroversi. Salah satunya adalah gaya berjilbab punuk unta. Lantas, bolehkah memakai bentuk dan gaya berjilbab semacam ini?
Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU) memberikan penjelasan terkait persoalan itu. Seperti apa? Simak di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya