Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Hiu Putih Raksasa Yang Ditemukan Oleh Tim Peneliti Dari Ocearch (Foto: Ocearch)
Dream – OCEARCH menangkap seekor hiu raksasa berukuran 5 meter dengan berat lebih dari 1.750 kilogram. Ekspedisi itu dipimpin oleh Chris Fischer dan menyebut hiu raksasa itu sebagai ‘Queen of the Ocean’.
Hiu raksasa itu ditangkap oleh tim peneliti OCEARCH di Samudra Atlantik bagian barat laut dari Provinsi Nova Scotia, Kanada Timur, pada Jumat 2 Oktober 2020 kemarin.
Pemimpin Ekspedisi Chris Fischer mengatakan hiu itu berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki berat mencapai 1.770 kilogram, seperti dikutip dari laman Daily Star. Hiu ini merupakan hiu terbesar di dunia karena memilik memiliki diameter lebih dari 5 meter.

Fischer menyebut hiu raksasa itu dengan nama Queen of the Ocean telah hidup selama bertahun-tahun.
“ Ini merupakan mahluk yang sangat tua, Ratu Laut yang sebenarnya dan ibu bagi hiu lainnya,” ucapnya.
“ Hiu ini memiliki bekas luka, luka yang telah sembuh, dan perubahan warna yang menceritakan kisah yang dalam dan kaya tentang kehidupannya selama ini. Kamu akan mendapati hiu ini lebih besar dibandingkan ukuran hiu pada umumnya yaitu di kisaran 1.000 kilogram.

Menurut Fischer ini merupakan pengalaman yang luar biasa karena manusia terlihat sangat kecil apabila di dekat hiu tersebut.
“ Ini adalah pengalaman yang emosional dan merendahkan hati yang membuat kamu merasa kecil. Kamu merada tidak penting berdiri di samping hewan purba seperti itu,” kata Fischer.
Menurut sebuah postingan di laman Facebook, seorang peneliti lainnya menyebut hiu raksasa itu dengan nama Nukumi yang dibaca noo-goo-mee.
Nama Nukumi digunakan untuk menghormati seorang nenek tua bijak legendaris dari suku Mi’kmaq, suku asli Amerika.
Fischer menambahkan hiu ini memiliki bekas luka di bagianw ajah dari cakaran anjing laut yang sempat berkelahi dengannya.
“ Dia memiliki banyak goresan di wajahnya dari anjing laut yang berkelahi dengan cakar mereka saat hendak memangsanya,” ucapnya.
Data Nukumi telah dikumpulkan untuk 21 proyek penelitian, termasuk suara ultra, sampel bakteri dari gigi, dan sampel kotoran untuk mempelajari pola makannya. Sampel darah, otot, dan kulit juga diambil untuk penelitian tentang spesies tersebut.
OCEARCH memasang tiga label pada hiu itu termasuk satu untuk mencatat seberapa dalam hiu itu berenang dan satu lagi yang akan melacak pergerakannya selama lima tahun ke depan.
Lihat videonya berikut ini:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya