Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ferdy Sambo Dan Putri Candrawathi (Liputan6.com)
Dream - Ibunda Brigadir J, Rosti Hutabarat, meluapkan kegeramannya kepada para pelaku pembunuhan putraanya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu November 2022. Dalam persidangan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf, dia menyoroti skenario yang dibuat untuk menutupi pembunuhan Brigadir J.
" Di dalam kasus ini, Kuat Ma'ruf skenario yang sangat hebat, sangat luar biasa saya lihat di dalam kasus ini kalian mengetahui semua. Bahkan, menginginkan daripada kematian anakku. Jadi kamu dan atasan kamu Ferdy Sambo dan Putri sangat-sangat luar biasa skenariomu, kebohongan-kebohongan," kata Rosti, dikutip dari Liputan6.com.
Rosti sangat menyesalkan mengapa para anak buah Ferdy Sambo berkomplot mengikuti skenario atasannya untuk emrencanakan pembunuhan kepada Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dia kembali menyoroti Kuat Ma'ruf yang dinilai punya abanyak peran dalam kematian putranya.
" Ada apa kamu sama si Putri itu Kuat Ma'ruf? Siapanya si Putri kamu? Sampai kamu mendesak mengatur si Putri. Saya orang kecil saja tidak boleh di rumah mengatur apalagi kepada istri yang bukan istri kita. Ini ingat ya, camkan dalam-dalam, bagaimana atasanmu membuat skenario, Tuhan akan melihat, kami di sini, memang kami orang lemah tapi kami yakin di hadapan Tuhan kami akan diperhitungkan," ujar dia.
Bagi Rosti, para terdakwa tidak punya hati nurani. Sehingga dia memohon kepada hakim untuk memberikan keadilan dalam kasus ini.
Dia meminta Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal tidak hanya meminta maaf di bibir. Dia ingin para terdakwa membuktikan maafnya dengan berkata jujur sesuai fakta yang terjadi.
" Kepada penasehat hukum Kuat Ma'ruf, tolong diselidiki Kuat Ma'ruf sebenarnya, jangan hanya berkata maaf. Kalau maaf di bibir gampang seribu kali bisa disebutkan dalam setiap menit. Tapi buktikan kata maafmu itu, terlebih di hadapan Tuhan. Kalau anakku yang kalian inginkan kematiannya sudah berakhir," kata Rosti.
" Begitu juga Ricky, bagaimana sikapmu sebagai patriot, sumpah yang kau lakukan di depan hakim dan Tuhan. Jadi sebagai kamu punya ibu, anak, keturunan. Apa yang kita tabur, tanam, suatu saat akan kita tuai. Jadi kalau kamu minta maaf di sini mohon berkata jujur. Jangan ikuti skenario-skenario kebohongan. Saya minta jangan hanya di mulut, mulut itu gampang, ini adalah harimaumu yang menerkam dirimu sendiri. Jadi berkata jujur," tutup Rosti.
Dream - Putri Candrawathi membantah tudingan yang menyebutnya sebagai orang ke tiga yang menembak Brigadir J atau Nofrianysah Yosua Hutabarat, setelah Bharada E dan Ferdy Sambo.
Bantahan ini disampaikan istri Ferdy Sambo itu dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa 1 November 2022, dengan agenda pemeriksaan saksi yang juga dihadiri keluarga Brigadir J.
Tudingan ini disampaikan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, pada persidangan sebelumnya, yang meyakini Putri menembak Brigadir J.
" Untuk Bapak kamaruddin, mohon maaf Pak saya terkejut ketika Bapak menyampaikan kalau saya adalah penembak ke tiga," kata Putri di PN Jakarta Selatan.
Putri menyangkal dengan kukuhnya bahwa dia berada di dalam kamar saat Brigadir J dieksekusi.
" Karena saat itu saya di kamar sedang beristirahat. Terima kasih," sambungnya.
Menurut hasil investigasi, Kamaruddin mengklaim mendapatkan fakta bawha senjata yang digunakan Putri Candrawathi diduga buatan Jerman.
" Awalnya dibilang yang menembak saudara Richard Eliezer, tetapi kemudian kami temukan fakta baru bahwa yang menembak adalah Ferdy Sambo dan Richard Eliezer atau Bharada E bersama Putri Candrawathi," beber Kamaruddin Simanjuntak.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya