Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Meninggal Usai Makan Siang Dengan Ikan Buntal
Dream - Kisah seorang wanita berusia 83 tahun yang meninggal dunia serta suaminya yang dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD) setelah memakan ikan buntal, viral di media sosial.
Menurut anak perempuan mereka, Ng Ai Lee, 51 tahun, orangtuanya tidak tahu kalau ikan yang dibeli dari seorang penjual itu dari jenis yang mengandung racun mematikan.
Tambah wanita itu, ayahnya yang berusia 84 tahun membeli ikan itu pada Sabtu lalu karena hanya itu pilihan yang ada. Ayahnya memang tidak pernah mendengar tentang ikan buntal.
Tapi sang ayah tetap membelinya karena yang menjual adalah langganan yang sering datang di kampung mereka di Kluang, Johor, Malaysia.
" Orangtua saya sudah bertahun-tahun membeli ikan dari penjual ikan yang sama. Jadi ayah saya tidak berpikir dua kali saat membelinya.
" Ayah tidak tahu yang dibelinya itu adalah ikan yang bisa membahayakan nyawa mereka," kata Ng mengenang kejadian memilukan itu.
Seperti biasanya, sang ibu, Lim Siew Guan, langsung memasak ikan buntal dengan menggorengnya sebagai lauk makan siang pada hari nahas itu.
Namun, kira-kira satu jam kemudian, ibunya mulai mengalami sesak nafas serta menggigil. Begitu pula dengan ayahnya yang mulai menunjukkan gejala yang sama.
Ng berkata, abangnya yang tinggal dalam kampung yang sama, langsung membawa ibu dan ayahnya ke rumah sakit terdekat.
" Saya dan abang yang lain tinggal di Kuala Lumpur. Selepas mengetahui kejadian itu, kami memutuskan untuk bergegas pulang ke Kluang untuk berjumpa ibu dan ayahnya.
" Malangnya, belum sampai separuh perjalanan ke Kluang, abang sulung saya memberitahukan ibu sudah meninggal dunia petang itu.
" Saya sangat sedih. Kesakitan dan emosi yang saya rasakan ketika itu tidak dapat digambarkan karena ia terlalu tidak disangka-sangka," ujarnya.
Tambah Ng, dia kali terakhir bertemu ibu ayahnya ketika liburan Tahun Baru China lalu, dan berencana mudik saat liburan Idul Fitri yang kurang sebulan lagi.
" Kali terakhir saya berjumpa ibu ketika mereka datang ke Kuala Lumpur dan tinggal bersama saya selama seminggu.
" Saya berencana untuk pulang kampung untuk bertemu mereka bulan depan saat libur Hari Lebaran," kata Ng, yang merupakan kepala keuangan sebuah perusahaan swasta di Kuala Lumpur.
Penyebab kematian ibunya dikenal sebagai keracunan makanan, mengakibatkan kegagalan pernafasan dan degupan jantung yang tidak teratur, mungkin disebabkan oleh racun dari ikan buntal.
Menurut Ng, ayahnya saat ini masih dalam keadaan koma di ICU, dan pihak rumah sakit sedang berusaha untuk merawat racun dalam badannya.
Sumber: mStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya