Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Salat Jumat. (Foto: Shutterstock)
Dream - Tidak ada manusia yang mengetahui sampai kapan usianya. Terkadang kita sering dikejutkan oleh kondisi dimana seseorang meninggal dan mengalami kematian, namun tidak pernah terdengar bahwa orang itu memiliki riwayat penyakit kronis.
Seperti yang belum lama ini terjadi. Seorang pria paruh baya berusia 67 tahun bernama H Muhammad Sadri Arsyad, tiba-tiba meninggal saat sedang memimpin sholat Jumat di Masjid Jami Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Ustaz Arsyad menghembuskan napas terakhirnya dalam posisi bersujud. Melansir Liputan6.com, salah seorang jemaah bernama Deddy menuturkan, Ustaz Arsyad ambruk dengan posisi bersujud saat membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua.
" Setelah membaca surah Al Fatihah pada rakaat kedua, suara beliau tidak terdengar lagi. Ternyata saat itu beliau ambruk dengan posisi sujud," kata Dedy, salah satu jamaah di Sampit.
Usai kejadian itu, Ustaz Khalik yang sebelumnya menjadi khatib Sholat Jumat kemudian mengantikan Ustaz Arsyad untuk memimpin sholat Jumat pada hari itu.
Berita kepergian Ustaz Arsyad sontak membuat kaget masyarakat setempat. Khusunya bagi sang cucu, Rian.
Menurut Rian, kondisi sang kakek sebelumnya sehat walafiat.
Meski sempat menjalani operasi hernia, namun kondisinya kembali pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa. Misalnya memberi ceramah.
Sebelum berpulang, sang imam mesjid itu nampaknya sudah memiliki firasat bahwa dirinya akan meninggal.
Dia sempat berpesan kepada jemaahnya sebelum sholat. Jika dia meninggal saat sholat maupun sesudah sholat, Ustaz Arsyad ingin jenazahnya diurus di masjid tanpa dibawa pulang ke rumah.
Wasiat itu dilaksanakan. Usai sholat ashar, ratusan jemaah Masjid Jami Sampit mensholatkan jenazah Ustaz Arsyad dengan diimami Ketua Majelis Ulama Indonesia Kotawaringin Timur KH Amrullah Hadi.
Di masa hidupnya, Ustaz Arsyad juga dikenal sebagai salah satu qari terbaik dan dipercaya menjadi juri di setiap Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kabupaten maupun provinsi. Semoga khusnul khotimah.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam