Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini turun sebesar U$502. Tahun ini, satu orang jamaah haji hanya butuh biaya sebesar U$2,717 dibandingkan tahun sebelumnya mencapai U$3,219.
Salah satu penyebab turunnya BPIH adalah rute penerbangan yang lebih efisien. Jika tahun-tahun sebelumnya jamaah haji Indonesia harus mendarat dulu di Jeddah, kemudian menuju Madinah, maka tahun ini pendaratan bisa dilakukan di Madinah.
" Sekarang dari Indonesia bisa langsung ke Madinah. Pulangnya juga dari Madinah bisa langsung ke Tanah Air sehingga tidak perlu menginap di Jedah," ujar Lukman, dikutip dari laman Kemenag.go.id, Jumat, 1 Mei 2015.
Lukman menerangkan, hal itu berpengaruh pada biaya-biaya lain yang juga mengalami penurunan. Beberapa pos biaya yang bisa dihemat antara lain transportasi darat, katering, serta penginapan transit.
Tidak hanya itu, Lukman menerangkan pihaknya juga akan melakukan penataan penginapan di Mekah. Menurut dia, penginapan jamaah haji Indonesia tahun ini berlokasi agak jauh dari Masjidil Haram lantaran mengalami perluasan.
" Bagi mereka yang tinggal pada jarak lebih dari dua kilometer dari Masjidil Haram bisa menggunakan bus salawat yang beroperasi selama 24 jam," ungkapnya.
Lebih lanjut, terang Lukman, jumlah pemondokan kini hanya tersebar di enam wilayah. Sedangkan tahun lalu, pemondokan berada di 12 wilayah.
" Kalau dulu pemondokan tersebar di 12 wilayah, sekarang di enam wilayah saja seperti di Mahbaz Jin, Jarwal, dan lainnya. Sehingga operasionalisasi bus salawat yang 24 jam diharapkan akan bisa bekerja lebih efektif," tuturnya. (Ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha