Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Insiden bom bunuh diri meledak di area parkir Masjid Nabawi, Madinah pada Senin waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan sekitar enam orang petugas keamanan dan beberapa orang luka-luka.
Insiden ini langsung menjadi pemberitaan di sejumlah media internasional. Alhasil, kabar ini tersebar dengan cepat.
Tetapi, seorang Warga Negara Indonesia KH Fathuddin Jafar melihat situasi secara berbeda. Dia yang tengah menjalankan umrah di Masjid Nabawi mengatakan insiden tersebut tidak berpengaruh terhadap kegiatan jemaah.
" Kami yang setiap hari berbuka di dalam Masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah dua juta shoimin dan mutakifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat itikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi," tulis Jafar di akun Facebook miliknya, Selasa, 5 Juli 2016.
Jafar mengaku hanya melihat kepulan asap tebal. Asap itu berasal dari komplek pemakaman para sahabat Rasulullah, Baki.
" Tak ada suara ledakan apapun yang terdengar. Saking jauh dan tidak mengganggunya peristiwa tersebut, sholat isya dan tarawih berjalan seperti biasa," kata Jafar.
Selanjutnya, Jafar mengungkapkan dia juga berada di posisi yang mendekati Raudhah. Dia sama sekali tidak menjumpai jemaah yang membicarakan ledakan tersebut.
" Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung," tulis Jafar.
Jafar sendiri mengaku mengetahui ada ledakan bom setelah mendapat sejumlah pesan singkat dari para koleganya. Dia kemudian memutuskan untuk sholat tarawih delapan rakaat dan segera menuju lokasi meledaknya bom dan mengambil sejumlah foto.
" Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tdk berubah dari malam2 sebelumnya.
Sy buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sdh heboh sekali," tulis dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya