Ini Kata Jenderal Polisi Badrodin Haiti Soal Konvoi Moge

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 18 Agustus 2015 11:30
Ini Kata Jenderal Polisi Badrodin Haiti Soal Konvoi Moge
Konvoi yang dikawal oleh kepolisian mendapatkan keistimewaan.

Dream - Nama Elanto Wijoyono, sosok yang mencegat konvoi motor gede (moge) di Yogyakarta, Minggu, 16 Agustus 2015, menuai perdebatan. Sikap pria yang akrab disapa Joyo itu dianggap berani oleh sebagian besar netizen.

Lantas bagaimana tanggapan Kepolisian? Dalam akun Facebook resmi, Divisi Humas Mabes Polri, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan, jika orang yang dikawal polisi akan mendapat keistimewaan untuk tidak mengikuti aturan termasuk menerabas lampu merah.

" Sebetulnya kalau konvoi dikawal bisa saja diberikan prioritas. Tapi kalau tidak dikawal ya ikuti aturan," kata Badrodin di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu, 16 Agustus 2015.

Dia melanjutkan, pengawalan sebenarnya dimaksudkan untuk menertibkan orang atau kelompok yang minta pengawalan. Sebab, bukan tidak mungkin jika tanpa pengawalan konvoi tersebut justru menimbulkan kemacetan.

" Kan kalau rombongan supaya tertib bisa saja minta pengawalan, itu bisa dilakukan pengawalan oleh Polri. Oleh karena itu, dia bisa minta prioritas. Artinya kalau lampu merah bisa diterabas, karena mendapatkan prioritas. Tapi kalau tidak, ya ikuti aturan seperti biasa," jelasnya.

Terkait kesamaan hak setiap pengendara di jalan, Badrodin menerangkan, untuk pengendara yang tengah dikawal, polisi berhak meminta prioritas. Tapi, jika tidak dikawal, pengendara yang menerobos lalu lintas barulah dikenai pelanggaran.

" Kalau itu dikawal, itu polisi yang minta prioritas. Tapi kalau tidak dikawal harus ikuti aturan. Kalau nggak dikawal terus nerobos, ya salah dia," katanya.

Tetapi, kepolisian tidak mau gegabah menanggapi kasus pencegatan moge oleh pesepeda itu. Kepolisian akan melihat apakah saat itu pengendara moge tengah dikawal atau tidak.

" Makanya kita lihat, apakah rombongan motor besar itu dilakukan pengawalan nggak? Kalau dilakukan pengawalan seharusnya polisi itu minta prioritas, bukan motor gedenya," pungkasnya.

Beri Komentar