Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemandangan Pesan Solidaritas Dari Berbagai Negara Di Dunia. Ilustrasi: Express
Dream - Merebaknya virus corona Covid-19 membuat pemerintah di seluruh dunia mengambil kebijakan membatasi diri, menjalin kontak fisik secara langsung dengan orang lain.
Semua orang diminta untuk tetap di rumah masing-masing, guna memutus penyebaran virus.
Namun di balik kekhawatiran dan bertahan di rumah, kepedulian masyarakat dunia tumbuh dengan bahu-membahu untuk melawan pandemi corona, yang tengah menjadi permasalahan global ini.
Sebagai wujud solidaritas, beberapa negara ini menyampaikan pesan-pesan melalui ikon terkenal di negara mereka, untuk para tenaga medis dan menyemangati seluruh manusia di dunia yang tengah melewati pandemi ini.
Berikut ini ikon di berbagai negara yang menampilkan pesan solidaritas yang indah:

Menara Eiffel merupakan ikon Kota Paris. Di Menara inilah dipasang bentuk solidaritas masyarakat Prancis untuk para tenaga medis.
Seperti dilansir Globalnews, petugas kesehatan saat ini tengah berlomba untuk menyelamatkan nyawa warga Perancis yang bersaing dengan corona virus covid-19.
Mereka memasang ucapan terima kasih yang sangat besar di Menara setinggi 324 meter.
Lampu pada Menara menyebutkan “ Merci,” dalam Bahasa Indonesia `Terima kasih,” dan “ Stay at Home” dalam bahasa Inggris.
Pertunjukan bentuk solidaritas di Paris berlangsung setiap malamdimulai pukul 8 malam.
Ketika lampu Eifeel dinyalakan, warga di Prancis bersorak dan bertepuk tangan dari jendela dan balkon mereka untuk mendukung para tenaga medis.

Stadion Wembley merupakan kandang dari tim sepak bola Inggris. Stadion Wembley dipuji karena memberikan penghargaan 'brilian' untuk para staf medis NHS di tengah pandemi virus covid-19.
Lengkungan ikon Wembley Stadium akan menyala biru untuk memberi penghormatan kepada NHS dan staf garis depan, yang memimpin perlawanan melawan virus covid-19.
Di ikon itu tertuliskan sebuah pernyataan berbunyi: “ Kepada semua staf NHS & garda depan kami yang bekerja tanpa lelah melalui masa yang penuh tantangan ini, Stadion Wembley dan para mitranya mengucapkanterima kasih.”

Mesir menyalakan Piramida Agung Giza dengan pesan solidaritas. Piramida Besar Giza menyampaikan pesan solidaritas dan penghargaan, bagi petugas kesehatan di seluruh dunia di tengah pandemi coronavirus (COVID-19) yang sedang berlangsung.
Pesan yang ditampilkan dalam bahasa Inggris dan Arab, berbunyi " Tetap Di Rumah ... Tetap Aman, Terima Kasih untuk Mereka yang Menjaga Kami Tetap Aman."

Burj Khalifa adalah bangunan pencakar langit tertinggi di dunia. Uni Emirat Arab telah meluncurkan kampanye berjudul " Tetap di Rumah, Tetap Aman" .
Tujuannya, untuk mendorong warga dan penduduk untuk tidak meninggalkan rumah mereka di tengah pandemi coronavirus yang tengah melanda negara itu.
Pesan #StayHome ditampilkan di gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa, dalam bahasa Arab dan Inggris, setelah pemerintah meminta warga dan penduduk untuk tidak keluar kecuali jika ada perlu atau karena alasan pekerjaan.

Gunung Matterhorn di Swissmengirim pesan 'harapan' dan memperingatkan orang-orang untuk tetap di rumah selama pandemi virus covid-19. Gunung dengan ketinggian 14.600 kaki menyala dalam warna bendera Swiss.
.
Pesan ini dinyalakan setiap malam antara matahari terbenam hingga pukul 11 malam, menampilkan pesan dalam bahasa Inggris 'HOPE' dan instruksi untuk 'STAY AT HOME.
Penyelenggara ski di Zermatt mengatakan mereka ingin 'menunjukkan solidaritas kepada semua orang yang saat ini menderita dan berterima kasih kepada semua orang yang membantu mengatasi wabah ini'.

Sementara patung Christ the Redeemer Brasil ditutup untuk umum karena kekhawatiran akan virus corona.
Patung itu menyala dengan bendera berbagai negara yang terdampak virus corona dan pesan harapan, untuk menunjukkan solidaritas kepada negara-negara yang terkena dampak epidemi mematikan itu.
Tagar " Berdoa bersama" muncul dalam berbagai bahasa di patung ikonik setinggi 125 kaki itu.
#EmpireStateBuilding's been in my " backyard" for 50 years now. I'd never have guessed it had a surprise left for me. Man, was I wrong; the sight of this shook me. Can't decide if the " Red Alert" is gorgeous or terrifying For me, I wish this had been lit since Election Night 2016. https://t.co/ztADix3OAr
— Chris Traynor (@christraynor)March 31, 2020
Empire State Building telah mengubah semua warna pelangi menjadi suar merah menyala, yang menyampaikan pesan kepada warya New York yakni: ‘New York berada di bawah keadaan darurat’.
Pemilik gedung itu, Empire State Realty Trust, mengatakan menara New York City yang ikonik akan memerah setiap malam dan berputar, untuk memberikan penghormatan kepada semua pahlawan di garis depan epidemi coronavirus.
" Gedung Empire State adalah simbol mimpi dan perjuangan internasional yang sedang diatasi," kata Anthony E Malkin, Ketua dan CEO Empire State Realty Trust.
" Malam ini, dan setiap malam dalam perjuangan ini, dia adalah mercusuar untuk mengingatkan kita bahwa kita semua terlibat bersama, dan kita akan keluar dari ini bersama-sama." tambahnya.
Setiap malam pada jam 9 malam, lampu-lampu Empire State Building akan terus disinkronkan dengan siaran " Empire State of Mind" .

Di Indonesia, pesan solidaritas disampaikan di Kota Yogyakarta, aksi kampanye “ From Jogja With Love” dari para pelaku pariwisata di Jogja, merupakan sebuah tajuk dari aksi solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi pariwisata Yogyakarta akhir-akhir ini.

Aksi ini membawa misi sebagai simbol empati, semangat kebersamaan, dan harapan agar pariwisata Yogyakarta dapat segera kembali seperti sedia kala.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya