Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Emin Dudung (Merdeka)
Dream - Rabu siang itu, Nadia Nurul Fauzia tertegun. Siswi sebuah SMU di Bandung itu berjumpa dengan seorang kakek renta yang membawa timbangan. Kakek itu berkeliling menawarkan jasa untuk menimbang berat badan warga di jalanan, dari rumah ke rumah.
" Orang pasti mikir ngapain nimbang, orang punya timbangan di rumah," kisah Nadia lewat akun Facebook Nadiah Nurul Fauziah, Kamis yang lalu.
Kondisi kakek berkepala plontos itu memang terlihat memprihatinkan. Sebuah perban terbalut di mata sebelah kiri. Berada di balik kaca mata usangnya.
Nadia mengaku terenyuh dengan apa yang dilihatnya. Dia sempat berniat menimbang badannya pada kakek renta itu. Namun keinginan itu urung terwujud karena takut terlambat masuk pelajaran sekolah berikutnya. DItambah lagi dirinya tak membawa uang sepeser pun kala itu.
" Saya sebenernya kasihan banget, sumpah soalnya udah tua renta gitu kalau kerja juga kerja apa. Tapi pas waktu itu saya enggak bawa uang sama sekali di saku," tambah dia.
Sesampai rumah, Nadia terus kepikiran nasib kakek tersebut. Dia ceritakan kakek itu kepada ibunya. Karena tergoda rasa penasaran, Nadia berselancar di dunia maya untuk menemukan latar belakang sang kakek. Barang kali ada yang pernah menulis kakek itu.
Dan ternyata, usahanya berhasil. Nadia menemukan sedikit identitas kakek penjaja jasa timbang berat badan itu di sebuah akun www.ask.fm. Ada fotonya pula.
" Namanya Pak Emin Dudung, mantan pejuang angkatan 45 (tertulis di kartu anggotanya veteran)," demikian informasi yang diperoleh Nadia dari akun @vanessagaspersz.
" Ia hanya mencari uang di sebuah kawasan ramai pengunjung di Bandung. Pak Emin duduk sambil menawarkan jasa timbang badan dengan tarif seikhlasnya untuk sesuap nasi," tambah akun @vanessagaspersz.
Mendapat informasi demikian, semakin trenyuhlah hati Nadia. Namun dia sangat menghargai usaha mantan pejuang 45 tersebut. Dia berharap negara tak hanya menghormati pahlawan di upacara hari Senin, tapi memberikan kesejahteraan bagi mereka yang masih hidup. (Merdeka.com)
Baca selengkapnya kisah Nadia di sini: http://on.fb.me/1y0mwMD
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya