Israel Pasang Kamera Pemantau di Gerbang Masjidil Aqsa

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 24 Juli 2017 16:15
Israel Pasang Kamera Pemantau di Gerbang Masjidil Aqsa
Bentrokan antara warga sipil Palestina dengan militer Israel terjadi selama sepekan usai pemasangan alat pendeteksi logam di gerbang Masjidil Aqsa.

Dream - Bentrokan antara militer Israel dengan warga Muslim Palestina terus terjadi, usai penutupan Masjidil Aqsa pada Jumat, 14 Juli lalu. Sedikitnya, tiga warga sipil Palestina meninggal dalam bentrokan tersebut.

Bentrokan dipicu pemasangan alat pendeteksi logam di Lions' Gate (Gerbang Singa) oleh militer Israel. Pemasangan alat itu diprotes keras oleh warga sipil Palestina.

Usai sepekan bentrok, militer Israel sejak kemarin memasang kamera pemantau di gerbang tersebut. Israel berdalih meningkatkan keamanan.

Kamera tersebut dipasang di samping alat pendeteksi logam di gerbang menuju kompleks suci Masjidil Aqsa, yang dikenal dengan Haram Al Sharif oleh umat Islam dan Kuil Bukit oleh umat Yahudi.

Kamera pemantau warga Palestina© AP

Para pemimpin agama menuduh Israel ingin memperluas kendali atas kompleks suci Yerusalem itu, yang selama ini dikelola oleh umat Islam.

Pada Jumat pekan lalu, 21 Juli 2017, tiga orang warga Muslim Palestina dilaporkan meninggal akibat bentrok dengan militer Israel di depan komplek Masjidil Aqsa.

Insiden itu memicu Presiden Palestina Mahmoud Abbas membekukan sementara hubungan diplomatik dengan Israel. Abbas menegaskan pembekuan akan terus terjadi hingga alat pendeteksi logam tidak lagi dipasang.

Hal itu juga menyangkut penghentian koordinasi keamanan antara militer Palestina di Tepi Barat dengan tentara Israel.

" Ketika kami mengambil keputusan ini, kami mengambil sikap tegas, terutama terkait persoalan keamanan," kata Abbas, seperti dilaporkan kantor berita Palestina, Wafa.

Warga Palestina mengantre sebelum lewat pendeteksi logam© AP

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan koordinasi keamanan lebih bermanfaat bagi Palestina. Dia pun menegaskan Israel dapat mengelola keamanan sendiri tanpa harus melibatkan militer Palestina.

" Kami tidak akan mengikuti mereka," kata Lieberman.

Keputusan memasang alat pendeteksi logam di lokasi paling sensitif tersebut ternyata menimbulkan perdebatan di internal Israel. Sejumlah komentar menyebut pemasangan alat itu merupakan keputusan terburu-buru dan tanpa konsultasi dengan dewan keamanan dalam negeri.

Mayor Jenderal Yoav Mordechai, yang merupakan kepala badan pertahanan Israel untuk urusan Palestina, mengatakan bahwa Israel membuka alternatif penyelesaian untuk menurunkan tensi ketegangan yang terjadi.

" Satu-satunya hal yang kami inginkan adalah memastikan tidak ada satupun orang bersenjata bisa kembali masuk dan menimbulkan serangan lain," kata Mordechai.

" Kami akan menggunakan pendeteksi logam sebagai solusi alternatif sejauh untuk memastikan tidak adanya serangan di waktu mendatang," terang dia.

Sumber: ABC News | Associated Press | Wafa

Beri Komentar