Presiden Joko Widodo Dalam Acara Zikir Dan Doa Bersama Di Istana Negara (Setkab.go.id)
Dream - Halaman Istana Negara dipenuhi warna putih pada Rabu malam kemarin, 1 Agustus 2018. Sedang ada hajatan besar yaitu Zikir dan Doa untuk Bangsa menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-73.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir dan duduk bersama para jemaah. Jokowi mengatakan acara ini merupakan salah satu perwujudan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Allah SWT.
" Yang kedua, saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa negara kita ini negara besar yang berbeda-beda, yang beragam, yang bermacam-macam, yang berwarna-warni," ujar Jokowi dalam sambutan di Istana Negara, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 2 Agustus 2018.
Jokowi melanjutkan Indonesia adalah bangsa besar. Kemajemukan menjadi katakter utama dari bangsa ini yang merupakan anugerah dari Sang Pencipta.
" Saya sering mengingatkan kepada kita semuanya dan membandingkan dengan negara lain. Penduduk kita sekarang 263 juta, tetangga kita Malaysia 31 juta, kita 263 juta. Papua Nugini misalnya 8 juta, kita 263 juta sebagai pembanding," kata Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi mengingatkan kesadaran sebagai bangsa yang besar merupakan modal utama bagi Indonesia. Segala perbedaan yang ada merupakan kekuatan bagi Indonesia untuk maju.
" Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, adalah kerukunan, adalah persaudaraan, selain kita dianugerahi oleh Allah sumber daya alam yang melimpah," tutur Jokowi.
Aset itu, kata dia, harus dijaga dengan terus memelihara ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah. Dia berpesan umat tidak terpecah hanya karena persoalan memilih pemimpin lewat pemilihan bupati, walikota, gubernur, maupun presiden.
Lebih lanjut, Jokowi berharap zikir dan doa yang terselenggara malam tadi dapat menjadi tradisi yang digelar setiap tanggal 1 Agustus setiap tahun. " Zikir dan doa untuk mengucapkan syukur atas rahmat yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia yaitu kemerdekaan," ucap Jokowi.
Zikir tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh. Beberapa di antaranya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Staf Presiden Moeldoko.