Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Dalam Acara Zikir Dan Doa Bersama Di Istana Negara (Setkab.go.id)
Dream - Halaman Istana Negara dipenuhi warna putih pada Rabu malam kemarin, 1 Agustus 2018. Sedang ada hajatan besar yaitu Zikir dan Doa untuk Bangsa menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-73.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir dan duduk bersama para jemaah. Jokowi mengatakan acara ini merupakan salah satu perwujudan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Allah SWT.
" Yang kedua, saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa negara kita ini negara besar yang berbeda-beda, yang beragam, yang bermacam-macam, yang berwarna-warni," ujar Jokowi dalam sambutan di Istana Negara, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 2 Agustus 2018.
Jokowi melanjutkan Indonesia adalah bangsa besar. Kemajemukan menjadi katakter utama dari bangsa ini yang merupakan anugerah dari Sang Pencipta.
" Saya sering mengingatkan kepada kita semuanya dan membandingkan dengan negara lain. Penduduk kita sekarang 263 juta, tetangga kita Malaysia 31 juta, kita 263 juta. Papua Nugini misalnya 8 juta, kita 263 juta sebagai pembanding," kata Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi mengingatkan kesadaran sebagai bangsa yang besar merupakan modal utama bagi Indonesia. Segala perbedaan yang ada merupakan kekuatan bagi Indonesia untuk maju.
" Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, adalah kerukunan, adalah persaudaraan, selain kita dianugerahi oleh Allah sumber daya alam yang melimpah," tutur Jokowi.
Aset itu, kata dia, harus dijaga dengan terus memelihara ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah. Dia berpesan umat tidak terpecah hanya karena persoalan memilih pemimpin lewat pemilihan bupati, walikota, gubernur, maupun presiden.
Lebih lanjut, Jokowi berharap zikir dan doa yang terselenggara malam tadi dapat menjadi tradisi yang digelar setiap tanggal 1 Agustus setiap tahun. " Zikir dan doa untuk mengucapkan syukur atas rahmat yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia yaitu kemerdekaan," ucap Jokowi.
Zikir tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh. Beberapa di antaranya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Staf Presiden Moeldoko.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya