Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Hetty Andika Perkasa (Foto: Merdeka.com/Instagram @tni_angkatan_darat)
Dream - Hetty Andika Perkasa, istri Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Andika Perkasa baru-baru ini melakukan kunjungan ke Kota Bandung, Jawa Barat. Hetty mengunjungi wilayah kesenian dan merasakan naik transportasi Bandros (Bandung Tour on Bus).
Ketua Umum Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) ini, memang dikenal sebagai sosok yang suka berbaur dengan masyarakat. Hingga di kesempatan saat naik Bandros, ia meminta berhenti di dekat sekumpulan tukang becak.
Ibu Hetty minta diantarkan ke Komando Distrik Militer 0618/Berdiri Sendiri (Kodim 0618/BS) mengendarai becak itu, ada kisah unik di baliknya.
Dilansir dari laman Instagram resmi akun @tni_angkatan_darat, kegiatan berkunjung Ketua Persit Kartika Chandra Kirana bersama rombongan ke Kota Bandung kali ini, menyiratkan kisah unik.

" Sudah berapa lama nggak narik?," tanya Ibu Hetty seperti dikutip dari laman Instagram akun @tni_angkatan_darat.
" Sudah lama dari jam 9 nggak narik-narik," jawab seorang tukang becak.
" Dari bulan Maret sampai sekarang jalan terus?," tanyanya lagi.
" Jalan mah jalan bu, cuma pendapatannya mengurang," jawabnya.
Lantas Ibu Hetty Andika Perkasa meminta para tukang becak di sana untuk mengantar ke Komando Distrik Militer 0618/Berdiri Sendiri (Kodim 0618/BS). Hetty tak sendirian, dia ditemani para wanita anggota Persit Kartika Chandra Kirana.

" Tahu Kodim? Berapa jauh dari sini?," ujar Hetty.
" Tahu, ya sekitar 2 kilo," ujar seorang tukang becak yang lain.
" Dua kilo kuat? Sudah tahu Kodim, ke Kodim berapa?," tanyanya lagi seraya heran.
Tak disangka, para tukang becak ini tetap memberi harga normal Rp20 ribu. Tapi Hetty tiba-tiba menimpali untuk membayar Rp500 ribu. Tanpa basa-basi ia langsung naik ke salah satu becak yang terparkir.

" Sudah biasa ke Kodim ya?," tanya Hetty sembari tertawa akrab.
" Ya biasalah bu. Paling biasa Rp20 ribu bu," jawabnya.
" Saya kasih 500 (ribu), ayo!," paksa Hetty yang langsung duduk dan wajah para tukang becak berubah bahagia seketika.
Sebelum berpamitan, Hetty berpesan pada semua tukang becak tersebut untuk menjaga kesehatan.

" Terima kasih, Alhamdulillahirabbil alamin, hatur nuhun. Neng sing sae, sing sehat, diparengi sehat (terima kasih. Nona yang baik, yang sehat, diberi kesehatan)," ujar seorang tukang becak renta itu terlihat terharu.
" Sama ya, bapak jaga kesehatan ya. Yang penting kita semua sehat," tukas Ibu Hetty sembari mengangkat tangan memberi semangat pada semua yang ada di lokasi.
Berikut penggalan video saat Ibu Hetty naik becak ke Kodim 0618/BS bersama seluruh rekan Persit Kartika Chandra Kirana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya