Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Itikaf adalah berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah kepada Allah yang dilakukan dengan tata cara tertentu. Itikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan terutama di bulan Ramadhan. Biasanya umat muslim melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir bulan puasa.
Keterangan tentang tata cara itikaf ini diketahui dari hadits yang merujuk pada penjelasan Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah RA, beliau mengatakan, “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Namun selama menjalani masa karantina akibat pandemi covid-19, itikaf yang biasanya dilakukan di masjid, kini dapat dilakukan di rumah saja.
Itikaf adalah salah satu sunnah Nabi SAW yang sangat dianjurkan. Jika kita tidak bisa melakukannya selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, setidaknya lakukan sebanyak yang bisa dilakukan selama sepuluh malam terakhir tersebut.
Tujuan dari itikaf adalah untuk fokus kepada Allah SWT. mengarahkan hati hanya pada-Nya. Selalu dalam kondisi berzikir untuk mengingat Allah, dan merenungkan segala perbuatan yang pernah dilakukan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
“ Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “ Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” (QS. Al Baqarah: 125).Dengan melakukan itikaf, kita mencoba untuk lepas dari segala jerat dunia. Mencoba untuk mengembalikan keimanan yang sempat goyah dan hanya berfokus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Itikaf akan membuat seseorang merasa lebih nyaman dan hati merasa lebih terbuka. Ketika seseorang beritikaf, maka ia akan berusaha membersihkan dirinya dari kehidupan dunia. Mencoba mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“ (Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al Baqarah: 187).
Maknanya adalah ketika seseorang sedang beritikaf, maka ia akan terbebas dari gangguan-gangguan duniawi. Hal ini akan membuat diri menjadi lebih fokus untuk beribadah.

“ Imam Syafi’i dan ashab (para pengikutnya) berkata, ‘Hal yang utama bagi orang yang beritikaf adalah menyibukkan diri dengan ketaatan dengan melaksanakan sholat, bertasbih, berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan menyibukkan diri dengan ilmu dengan cara belajar, mengajar, membaca, dan menulis serta hal-hal sesamanya. Tidak dihukumi makruh dalam melaksanakan satu pun dari hal-hal di atas, dan tidak bisa disebut sebagai menyalahi hal yang utama (khilaf al-aula).
Hal-hal sunnah yang dilakukan selama beritikaf diantaranya adalah
(Sumber: aboutislam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya