Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Silaturahmi (Foto: Shutterstock
Dream - Memberikan pujian kepada sahabat atau rekan kerja yang telah berprestasi merupakan cara untuk menunjukan perhatian kita pada kerja kerasnya. Bahkan ada kalanya pujian diberikan dalam sebuah forum besar dan orang yang dipuji diundang tampil di depan.
Terhadap cara memberikan pujian kepada orang lain di hadapannya Rasulullah SAW melakukannya dengan hati-hati. Bahkan para sahabat rasul pernah meriwayatkan sebuah hadist tentang pesan kepada seseorang yang mendapat pujian.
إذا رأيتم المداحين فاحثوا في وجوههم التراب
Artinya: “ Jika Engkau melihat orang yang memuji, maka taburkanlah debu di wajahnya” (HR Muslim No. 3002).
Namun Rasul tak sepenuhnya melarang memberikan pujian kepada seseorang di hadapannya. Pernah suatu ketika, Rasul memuji kesalehan Abdullah bin Salam dengan memujinya sebagai calon penghuni surga.
Dua hadist yang sekilas bertentangan itu ditanggapi bijaksana oleh para ulama. Imam Nawawi dalam kitab Shahih Muslim bi.Syarhi an-Nawawi memberikan penjelasan panjang lebar tentang cara sikap Rasulullah memuji seseorang di hadapannya.
“ Para ulama mengatakan, cara untuk mengompromikan hadits-hadits seperti itu adalah (dengan memahami) larangan itu berlaku jika mengandung risiko atau bahaya bagi orang yang dipuji, berlebihan dari kenyataannya, atau pujian itu ditujukan kepada orang yang dikhawatirkan tertimpa fitnah berupa ujub dan semacamnya ketika mendengar pujian itu. Adapun orang yang tidak dikhawatirkan akan mengalami hal seperti itu bahkan akan termotivasi untuk menyempurnakan ketakwaannya, meneguhkan akal dan pengetahuannya, maka tidak ada larangan memujinya di hadapan orang itu dengan catatan pujian itu bukannya membahayakannya, tetapi malahan membuahkan kemaslahatan seperti timbulnya kebaikan dan peningkatannya, atau kebaikan yang terus menerus, atau menumbuhkan keteladanan, maka pujian seperti itu dianjurkan (Lihat Imam an-Nawawi, Shahih Muslim bi Syarhi an-Nawawi, [Muassasah Qurthubah, 1994]), Cetakan 2, Juz 18, hal. 170.
Dari kutipan di atas dapat dijelaskan bahwa memberikan pujian kepada orang lain di hadapan orang yang dipuji adalah boleh dengan syarat-syarat sebagai berikut:
Syarat pertama adalah pujian tidak berpotensi menimbulkan dampak negatif kepada orang yang dipuji. Sebaiknya pujian urung dilakukan sekiranya tindakan itu hanya akan menimbulkan dampak negatif bagi orang yang dipuji seperti timbulnya rasa riya’.
Jika yakin tidak akan muncul sifat riya pada yang dipuji, syarat kedua yang harus diperhatikan adalah pujian bersifat faktual. Jangan memberikan pujian berlebih-lebihkan sehingga menjadi kebohongan dengan maksud tertentu.
Ketiga adalah mengurungkan pemberian pujian kepada orang yang sudah diketahui memiliki sofat suka menyombongkan diri atau merasa kagum pada dirinya sendiri yang disebut ujub.
Syarat terakhir adalah pujian akan memotivasi orang yang dipuji menjadi lebih baik, seperti dalam masalah ketakwaan kepada Allah, rasa percaya diri, atau dalam hal prestasi belajar.
Intinya, memuji seseorang di depan orang yang dipuji diperbolehkan selama pujian itu mendatangkan maslahat dan bukannya mudarat bagi orang yang dipuji.
(Sah, Sumber: nu.or.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya