Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(kidspot.com.au)
Dream - Kondisi cuaca yang tidak terduga belakangan ini tentunya menghambat sejumlah pekerjaan rumah tangga. Salah satunya menjemur pakaian.
Hujan yang terus-menerus memaksa kita untuk menjemur pakaian di dalam rumah. Padahal, kebiasaan ini justru tidak dianjurkan oleh pakar kesehatan.
Dr Nick Osborne, dosen senior Kesehatan Lingkungan di University of NSW, mengatakan kepada Kidspot bahwa mengeringkan pakaian di dalam rumah mengundang potensi tumbuhnya jamur dan tungau debu rumah. Keduanya bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pernapasan.
" Rumah yang lembab dan berjamur sebenarnya bisa menyebabkan asma. Dan bagi penderita asma dapat memperburuk penyakitnya," kata dokter Osborne.

Sementara itu, Dr Christine Cowie, peneliti senior di University of NSW, mengatakan bahwa agen biologis, seperti jamur, memiliki dampak negatif terhadap kesehatan.
Dari sudut pandang kesehatan, kata dia, banyak agen biologis ditemukan di dalam rumah yang lembab dengan ventilasi yang tidak memadai. Sementara kelembaban telah menjadi penyebab risiko asma dan gejala pernapasan.
" Ada penelitian lain yang menunjukkan menghirup spora jamur dikaitkan dengan proses sensitisasi yang menimbulkan alergi dan asma," kata Cowie.
Dan ternyata semua itu bisa dipicu oleh kebiasaan menjemur pakaian basah di dalam rumah. " Selama musim hujan, orang-orang punya kebiasaan menjemur pakaian basah di dalam rumah. Sementara mereka lebih banyak berada di dalamnya," kata Dr Osborne.

Kondisi itu akan semakin buruk apabila rumah berukuran kecil dan dihuni banyak orang. Ditambah dengan kamar mandi dan uap dari masakan, sebuah rumah yang tidak punya ventilasi memadai akan menciptakan kelembaban.
" Dan kelembaban itu akan menempel pada jendela dan dinding," tambah Osborne.
Tungau debu rumah sangat menyukai kelembaban, sehingga mereka akan berkembang biak dengan cepat. Belum lagi bau jamur yang menyebar ketika rumah selalu dalam kondisi tertutup.
Lantas apa yang harus dilakukan untuk menghindarinya?
© Dream
Dr Osborne mengatakan, ada cara sederhana dan efektif untuk mengurangi kelembaban di dalam rumah.
" Jika Anda memasak, pastikan untuk menghidupkan penghisap asap dapur. Keringkan cucian sebelum masuk ke dalam rumah. Pikirkan tempat di mana Anda menyimpan pakaian basah. Misalnya, taruh di beranda sampai kering."
" Jika cuaca terang dan matahari melimpah, segera mencuci pakaian. Atau gunakan mesin pengering pakaian yang mengarah ke luar jika masih hujan," katanya.
Dr Osborne mengatakan bahwa rumah-rumah modern seringkali tertutup rapat yang dapat menambah kecenderungan sebuah rumah memiliki kelembaban.
Karena itu, usahakan rumah memiliki ventilasi yang baik dan tetap hangat untuk mencegah jamur dan tungau debu rumah tumbuh.
" Beberapa perubahan perilaku kecil ini akan membuat Anda tinggal di rumah yang lebih sehat," katanya. (eko)
(Sumber: kidspot.com.au)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya