Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo mengajak semua umat beragama untuk terus berkomitmen menjaga dan merawat kerukunan. Juga menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
" Kita patut bersyukur karena di tengah dinamika sosial dan politik global yang penuh gejolak, kita, Bangsa Indonesia bisa tetap hidup rukun dalam kemajemukan, saling mengayomi, saling melindungi sebagai saudara sebangsa dan setanah air," ujar Jokowi dalam pidato pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama, Selasa 03 Nopember 2020.
Jokowi mengingatkan kerukunan antar umat beragama tidak muncul secara tiba-tiba. Melainkan buah dari kesadaran bersama bahwa perpecahan dan egoisme akan membawa pada kehancuran.
" Kerukunan itu hasil dari ikhtiar bersama untuk hidup saling menghormati dan tidak menumbuhkan ruang untuk saling curiga. Tidak membiarkan berkembangnya benih-benih kebencian, benih-benih permusuhan, yang akhirnya akan menghancurkan persatuan dan persaudaraan di antara kita," kata Jokowi.
Pemerintah memberikan apresiasi atas kerja para pegiat dan aktivis dalam merawat kerukunan serta toleransi di masyarakat. Menurut Jokowi, upaya keras tersebut membuat Bangsa Indonesia dapat menikmati kehidupan yang harmonis.
Selanjuntnya, Jokowi mengatakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan miniatur dari kebhinekaan Indonesia. Sedapat mungkin tidak ada pihak yang ditinggalkan dan semua harus dirangkul agar dapat bergerak bersama dalam kedamaian.
" Saya berharap tidak ada satupun yang ditinggalkan ataupun dipinggirkan. FKUB hendaknya menjadi tenda bangsa yang mengayomi semua umat beragama dari beragam kelompok," kata Jokowi.
Jokowi menekankan komitmen ini harus tertanam kuat dalam kesadaran para aktivis FKUB. Pemerintah juga memberikan dukungan agar peran FKUB dapat semakin optimal dalam menyemai moderasi beragama.
" Moderasi bergama beragama merpakan pulihan yang tepat dan selaras dengan jiwa pancasila di tengah adanya gelombang ekstremisme di berbagai belahan dunia," ucap Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya